Setelah Serangan Balasan Iran, Donald Trump Melemah…

0
88
Hassan Rouhani & Donald Trump. Foto Istimewa

Serangan balasan Iran bukan soal besar atau kecil, tetapi bisa merupakan eskalasi besar konflik AS dan Iran. Mungkin akan diikuti oleh aksi kekerasan  kelompok-kelompok pro Iran untuk menyerang kepentingan AS… 

Jakarta-Intipnews.com:Apa yang terjadi setelah Iran tidak main-main melakukan pembalasan tehadap Amerika Serikat [AS], pasca Jenderal top Iran, Qasem Soleimani terbunuh akibat serangan rudal AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak.

Informasi dihimpun Intipnews.com, Iran menghujani markas pasukan AS dan sekutunya di Irak dengan ‘puluhan rudal’ Selasa [7/1/2020] pukul 17.30 waktu AS. Perbuatan AS terhadap Iran itu akan terus membuahkan perlawanan, yang diprediksi dapat memicu potensi perang dunia ketiga.

Namun tiba-tiba Presiden Donald Trump seperti melemah, dia mengatakan AS yang memiliki kekuatan militer terbaik, namun itu bukan berarti mereka akan menyerang balik Iran.

“Rudal kami besar, kuat, akurat, mematikan, dan cepat. Fakta kami memiliki peralatan dan militer yang hebat, tetapi itu tidak berarti kami harus menggunakannya. Kami tidak ingin menggunakannya,” kata Trump sebagaimana dilansir the Guardian, Kamis 9 Januari 2020.

Komentar Trump itu seperti mendinginkan situasi di tengah kekhawatiran akan terjadi konflik terbuka antara AS dan Iran setelah dia memerintahkan pembunuhan perwira tinggi militer Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

Donald Trump juga melihat Iran akan mundur dari konfrontasi tersebut usai serangan rudal dan roket yang mereka luncurkan tak memakan korban. “Semua prajurit kami selamat dan hanya kerusakan kecil yang terjadi di pangkalan militer kami,” kata Trump dilansir AFP.

Serangan balasan Iran bukan soal besar atau kecil, tetapi sebagian pengamat keamanan Timur Tengah mengatakan, serangan Iran atas pangkalan udara al-Assad di Anbar dan pangkalan Irbil di Kurdistan merupakan eskalasi besar konflik Amerika dan Iran.

Iran Tak  Patuhi Perjanjian Nuklir Setelah Pembunuhan Soleimani

Mungkin akan diikuti oleh aksi-aksi kekerasan oleh kelompok-kelompok proksi Iran untuk menyerang kepentingan Amerika dan sekutunya di kawasan itu. Lalu Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut kepentingan AS dalam bahaya. Demikian dikatakannya kepada mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron.

“Kepentingan di kawasan Timur Tengah ‘dalam bahaya’,” tukas Hassan Rouhani.
Peringatan sudah diberikan menyusul pembunuhan yang dilakukan AS terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani pekan lalu. “Amerika Serikat harus tahu kepentingan dan keamanannya di kawasan itu dalam bahaya,” tuturnya.

Dan ia [Trump], jelas Hassan Rouhani, tidak dapat lepas dari konsekuensi kejahatan besar ini, dalam panggilan telepon satu jam dengan Macron seperti dilansir AFP, Rabu [8/1]. Trump yang tidak melakukan serangan, mengaku akan menjatuhkan sanksi ekonomi baru kepada Iran. Dia juga menegaskan tetap melarang Iran untuk mengembangkan senjata nuklir.

Iran sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka tak lagi mematuhi batasan pengayaan uranium yang diatur dalam perjanjian nuklir 2015, respons atas kematian Qasem Soleimani.

*Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini