Ketua DPW PAN Sumut, Yahdi Khoir Harahap. Foto Istimewa

“Dari segi etika tidak pantas, karena mengerjakan yang bukan wewenangnya. Bahkan, tindakan ES [diduga memalsukan setempel] dapat menjurus ke pidana jika ada pihak yang berkeberatan,…”

Medan-Intipnews.com:Terkait kasus setempel diduga palsu oleh oknum DPRD Medan ES, masih terus bergulir. “Saya sudah instruksikan Ketua DPD PAN  Kota Medan agar memanggil ES untuk klarifikasi apa yang telah dilakukannya. Saya sudah memberikan arahan dan garis-garis ke DPD bahwa secara etis tindakan itu salah.”

Hal itu dikatakan Ketua DPW PAN Sumatera Utara [Sumut], Yahdi Khoir Harahap kepada wartawan, Rabu 5 Agustus 2020, menyangkut ES yang meminta penundaan pengosongan dan pembongkaran rumah warga yang bermasalah di Jalan Mangkubi Medan ke Satpol PP Medan.

Sebagaimana di-publish media massa permintaan penundaan pembongkaran rumah bermasalah melalui surat bertulis tangan di atas kop DPRD Medan dan setempel diduga palsu. Hal itu dilakukan ES yang juga oknum Sekretaris F PAN DPRD Medan.

Informasi dihimpun Intipnews.com Kamis 6 Agustus 2020, menurut Yahdi Khoir, secara keorganisasian tindakan ES itu salah karena diduga menggunakan stempel diduga palsu di kop  surat sebuah lembaga DPRD, dengan  kepentingan pribadi sebagai anggota DPRD Medan.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini