Siaran Pers “Geng Solo” IPW Dibantah Polri

0
241
Neta S Pane & Mohammad Iqbal. oto Istimewa

Jakarta-Intipnews.com:Ketua Presidium Indonesia Police Watch [IPW], Neta S Pane melalui siaran persnya mengungkapkan tentang “Geng Solo” di Polri, yang dianggapnya merusak sistem karir di Polri dan membuat frustrasi di internal kepolisian.

Informasi dihimpun Intipnews.com, Rabu 25 Desember 2019, disebutkan Neta, IPW saat ini melihat keresahan yang dalam di kalangan perwira Polri. Mereka merasakan slogan Profesional, Modern dan Terpercaya [Promoter], tapi, sudah menjadi promosi orang-orang tertentu, yang dekat dengan kekuasaan.

Hal itu dibantah Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Mohammad Iqbal. Ditegaskannya, mutasi jabatan di Polri telah melalui mekanisme yang berlaku. “Mutasi jabatan di Polri ada mekanismenya,” ungkap Irjen Pol M Iqbal sebagaimana dilansir Antara.

Lanjut Divisi Humas Polri di Jakarta Rabu, 25 Desember 2019, melihat rekam jejak dan lewat [pertimbangan] Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi [Wanjakti].

Pernyataan Mohammad Iqbal itu membantah tudingan LSM IPW soal “Geng Solo” yang kariernya meroket di Polri. “Geng Solo” yang dimaksud adalah para perwira Polri yang pernah menjabat di Solo, Jawa Tengah.

Iqbal pun membantah adanya kelompok-kelompok di tubuh Polri. “Sama sekali tidak ada parameter geng-gengan,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, IPW menuding Presiden Joko Widodo telah membangun “Geng Solo” di Polri. “Geng Solo” pun kariernya moncer. Namun, melesatnya karier perwira tinggi “Geng Solo” dinilai merusak sistem karier di Polri.

“Perwira Non-Akpol Menjadi Wakapolda

Menurut Neta, sah saja bila Jokowi memilih para pati yang dahulu berdinas di Solo. Namun, hal itu jangan sampai merusak sistem karier yang sudah dibangun Polri sejak lama.

Neta mencatat ada tiga perwira tinggi mantan Kapolresta Solo yang kariernya melesat. Kapolda NTB Irjen Nana Sujana ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya. “Ini pertama kali dalam sejarah Polri, ada kapolda dari luar Jawa yang langsung jadi Kapolda Metro Jaya,” kata Neta.

Kemudian Irjen Listyo Sigit Prabowo yang kini menjabat Kabareskrim Polri. “Selama ini perwira yang menjadi Kabareskrim adalah Irjen senior yang pernah menjabat kapolda tipe A,” katanya. Selanjutnya, Brigjen Ahmad Lutfi usai menjabat Kapolresta Solo mendapat promosi sebagai Wakapolda Jawa Tengah.

“Perwira non-Akpol [bukan lulusan Akademi Kepolisian] ini menjadi wakapolda setelah mengikuti pendidikan. Biasanya usai pendidikan, perwira Polri menjabat posisi di Mabes Polri dengan pangkat tetap kombes. Baru kemudian dipromosikan jadi Brigjen,” urai Neta S Pane.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini