Sidang Eksepsi Walikota Eldin, Janggal Dakwaan Disoal

0
91
Ihwan Ritonga dan Bobby Nasution. Foto Istimewa

Medan-Inipnews.com:Sidang lanjutan perkara korupsi dengan terdakwa Walikota Medan non-aktif Tengku Dzulmi Eldin kembali digelar Pengadilan Negeri [PN] Medan, Kamis 12 Maret 2020). Persidangan dengan agenda eksepsi [nota keberatan] dibacakan tim kuasa hukum terdakwa.

Kuasa hukum Dzulmi Eldin, Nuzamuddin mengungkapkan sejumlah poin keberatan dan kejanggalan di hadapan Ketua Majelis Hakim Abdul Azis.

Saat penangkapan hingga proses hukum, terdakwa tidak diberikan kesempatan sama sekali untuk memberikan klarifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK)]. Selain itu, dia menegaskan kliennya tidak masuk dalam kategori kasus operasi tangkap tangan [OTT].

Ini sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi [MK] karena tidak ditemukannya barang bukti dari terdakwa. Menurutnya, setiap penyidik harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu kepada tersangka. Kemudian, tim kuasa hukum Dzulmi Eldin juga menyoroti ketidakjelasan isi surat dakwaan jaksa KPK.

“Klien kami bergitu ditangkap langsung diperiksa sebagai tersangka. Padahal ditangkap tanggal 16, kemudian keluar surat perintah penyidikan sebagai tersangka juga di tanggal 16. Nanti baru diperiksanya tanggal 17. Ini kan artinya klien kami tidak diberi kesempatan untuk klarifikasi,” ujar Nuzamuddin.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan putusan sela dari Majelis Hakim jika eksepsi kuasa hukum terdakwa ditanggapi jaksa KPK.

Sebelumnya, Walikota Medan non-aktif Tengku Dzulmi Eldin diadili atas perkara dugaan suap proyek dan jabatan di lingkungan Pemko Medan. Dia didakwa menerima uang setoran dari sejumlah kepala dinas [kadis] dan pejabat di lingkungan Pemko  Medan mencapai Rp2,1 Miliar.

  • Laporan Sofar Panjaitan
  • Bagikan Berita Ini