Sidang Praperadilan Penangkapan Karyawan Game Stars

0
164
ilustrasi. Istimewa

Labuhanbatu-Intipnews.com:Sidang Praperadilan terkait penangkapan dan penahanan 8 karyawan Game Stars di komplek Suzuya Rantauprapat, digelar di PN Rantauprapat Rabu 20 Februari 2020.

Sidang dipimpin Arie Ferdian SH.MH dimulai pukul 11.00 WIB dengan agenda pembacaan gugatan praperadilan oleh kuasa hukum. Dalam gugatan, para karyawan Game Stars menetapkan 17 tuntutan [petitum] antara lain penggeledahan, penyitaan yang dilakukan oleh Polres Labuhanbatu adalah tidak sah.

Selanjutnya dalam tuntutan tersebut meminta kepada Hakim agar penetapan tersangka, penangkapan dan penahanan terhadap 8 karyawan Game Stars dinyatakan tidak sah, dan agar segera para pemohon untuk segera dibebaskan.

Gugatan permohonan praperadilan 25 halaman dibacakan oleh Harris Nixcon Tambunan dan didampingi Iwansyahputra Ritonga serta Benni Sahala selaku kuasa hukum para karyawan Game stars.

Dalam Sidang yang dihadiri oleh Aiptu Ramli Siregar selaku Kuasa Termohon Polres Labuhanbatu, Hakim meminta agar besok pihak Termohon sudah menyiapkan jawabannya karena selambat-lambatnya 7 hari setelah sidang ini maka harus putus.

“Termohon besok harus sudah siap jawabannya untuk dibacakan karena dalam sidang ini berdasarkan buku pedoman Mahkamah Agung 7 hari kerja terhitung sekarang ini, harus sudah putus” kata Arie kepada kuasa Termohon.

Nampak dalam sidang tersebut, orang tua dari para karyawan hadir. “Kami hanya mohon keadilan terhadap anak-anak kami, karena anak kami hanya bekerja dan lagi pula usaha tersebut memiliki izin,” kata salah seorng ibu Nerdawati yang anaknya ikut ditangkap.

Sementara dugaan diskriminasi hukum oleh Polres Labuhanbatu diungkapkan Haris. “Di Gang 2 Jalan Sanusi sudah 2 minggu game tembak ikan-ikan beroperasi. Tetapi tidak ada yang ditangkap, di mana keadilan bagi kami,” ungkapnya.

*Laporan Mhd Risfan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini