Sidimpuan Merah Covid 19, Satgas Lakukan Aksi Pengetatan

36
Sidimpuan Merah
Sidimpuan merah Covid 19, Satgas lakukan aksi pengetatan

SidimpuanIntipnews.com:Sidimpuan zona merah Covid 19, Satgas lakukan aksi pengetatan. Satuan tugas [Satgas] penanganan Covid 19 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, mulai melakukan aksi pengetatan terhadap kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan [Prokes].

Puluhan Satgas terdiri Satpol PP, polisi dan TNI melakukan razia ke tempat-tempat keramaian di pusat Kota Padangsidimpuan, sejak Jumat [2//7/21] malam. Satgas langsung menyiagakan tenaga medis untuk melakukan tes swab antingen terhadap warga yang terjaring tidak memakai masker.

Sidimpuan merah Covid 19, Satgas lakukan aksi pengetatan. Sekretaris Satgas Covid 19 Kota Sidimpuan, Arfan Harapan Siregar, Sabtu [3/7/2021], kepada awak media menyebutkan, razia yang digelar Satgas di sejumlah lokasi keramaian, ditemukan 3 orang positif Covid 19, setelah di tes swab antingen.

Ketiga warga tersebut, ucap Arfan, dibuat perjanjian segera mengisolasi mandiri di rumah masing-masing. Jika melanggar sanksinya diisolasi di fasilitas pemerintah. “Selanjutnya, aparatur pemerintah setempat dan petugas kesehatan akan mengawasi keberadaan mereka,” tuturnya. Dan razia akan terus digencarkan Satgas Penanganan Covid 19 hingga masyarakat taat dan mematuhi Prokes.

Bertemu Menteri Ceko

Sebelumnya, usai mengumumkan Kota Sidimpuan berstatus zona merah Covid 19, Walikota Sidimpuan, Irsan Efendi Nasution bersama Dandim 0212/TS Rooy Chandra Sihombing dan Kapolres AKBP Juliani Prihatini memimpin razia masker dan menindak warga yang melanggar Prokes.

Selain itu, Walikota juga memperpanjang PPKM berbasis mikro di Sidimpuan hingga 14 hari kedepan [12 Juli 2021]. Untuk berjalannya kepatuhan Prokes dan PPKM mikro, “Kepala lingkungan dan petugas kesehatan setempat mengawasi kegiatan dan pergerakan warga. Kalau tidak sportif mengisolasi diri secara mandiri [bagi yang terinfeksi Covid 19], maka diisolasi di rumah sakit,” ujar Arfan.

Dikatakan Irsan Efendi Nasution kepada wartawan, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid 19 menurun. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penyebab Padangsidimpuan berstatus zona merah atau wilayah dengan risiko penularan virus corona yang tinggi.

“Indikatornya tidak jauh dari situ, tingkat kepatuhan prokes menurun. makanya langkah pengetatatn ini dibuat untuk menekan angka penularan Covid 19 tidak terus bertambah,” tukas walikota.

Laporan Hadiansyah Panjaitan