Simpassri, Fuad Erdansyah: Sekali Layar Terkembang…

226
Drs Fuad Erdansyah, M.Sn Pemimpin Simpassri

“Lokalitas itulah sesungguhnya globalitas. Dengan harapan seniman Sumatera Utara memiliki fondasi akar budaya plural sebagai keciriannya…”

Medan-Intipnews.com:Sanggar Simpaian Seniman Senirupa Indonesia [Simpassri] yang kini dilanjutkan generasi penerusnya [Fuad Erdansyah], setelah didirikan 6 Januari tahun 1967 di Medan, Sumatera Utara atas prakarsa Letjen AJ Mokoginta, kala itu Pangkoandahan Sumatera.

Awalnya Sanggar Simpassri tempat berkumpul lebih kurang 75 para seniman bergerak di bidang senirupa di Medan dan sekitarnya. Bertempat di Aula Koanda, dengan maksud mencoba menyusun berbagai potensi yang bergerak dalam seni budaya, khususnya senirupa di Sumatera Utara.

Ini setelah seniman mengalami masa kekacauan selama prolog G 30 S PKI dan ada seniman-seniman tergabung dalam Lekra yang merupakan onderbou  [substruktur] partai terlarang PKI, pada masa itu.

Kala itu para seniman senirupa sepakat membentuk organisasi seniman senirupa meliputi bidang-bidang seni lukis, seni foto, seni pahat dan arsitektur. Diawali pameran bersama keempat bidang pada tanggal 25 s/d 29 Januari 1967.

Pameran sekaligus menyambut tamu terhormat Panglima Angkatan Darat Diraja Malaysia, Jenderal Hamid bin Bidin, bertempat di Aula Rumkit Militer Dam II Bukit Barisan, dengan bantuan biaya dari Koanda Sumatera.

Kemudian tanggal 10 s/d 14 Februari 1967, seniman-seniman berpameran lagi di Hotel Dharma Bhakti Medan, untuk mencari dana  guna menolong korban banjir besar di Aceh dan Malaysia. Seniman-seniman  telah menyumbangkan bhaktinya demi kemanusiaan.