SMSI Pusat ke Dewan Penasehat: Hindari Cara Lama

95

Jakarta-Intipnews.com:“Tantangan media siber ke depan, makin kompleks. Banyak masalah baru yang harus dijawab dengan cara baru. Kita harus menghindar diri menjawab permasalahan baru dengan cara lama,” ucap Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] Pusat.

Ungkapan itu disampaikan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri, Delianur saat konsultasi dengan Dewan Penasehat di Trans Corp Tower Jalan  Tendean Jakarta, Kamis 12 Maret 2020. Konsultasi dilanjutkan usai audiensi dengan Dewan Pers 10-11 Maret 2020 [foto].

Pengurus SMSI Pusat dipimpin Ketua Umumnya Firdaus diterima Sekretaris Dewan Penasehat Abdul Aziz dan anggota Dewan Penasehat Ervik Ari Susanto. Ketua Umum [Ketum] SMSI didampingi Delianur, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri, dan Wilson Lumi, Ketua Bidang pendataan dan Perivifikasi.

Perbincangan yang berjalan santai, akrab dan hangat ini, Ketua SMSI memaparkan banyak hal tentang konsolidasi organisasi yang sudah dilakukan dan rencana program ke depan yang tahap awalnya sudah dimulai.

Menurut Firdaus, Dewan Pengurus SMSI Pusat ke depan tidak hanya ingin membuat SMSI solid sebagai sebuah organisasi, tetapi juga melakukan berbagai macam perbaikan dalam aktivitas bisnis dan jurnalistiknya.

“Pendidikan dan Pelatihan, mesti menjadi sebuah aktivitas yang melekat bagi SMSI. Kami tidak ingin menggurui teman-teman SMSI di daerah tentang cara membuat media di era digital. Tapi kami ingin sama-sama belajar dengan teman-teman SMSI di daerah dalam mengembangkan bisnis dan Good Jurnalism,” ungkap Firdaus.

Menurut Delianur, zaman berubah makin cepat. Kita tidak hanya  mengerti perubahan dan prediksi bergerak ke mana, tapi mesti mengerti apa yang harus dilakukan di tengah perubahan yang drastis sekarang ini. Terlebih perubahan aktivitas jurnalistik di era Industri 4.0 dan Society 5.0.

Pada kesempatan tersebut Abdul Aziz sebagai sekretaris Dewan Penasehat menyatakan, “Anggota SMSI harus bisa merumuskan model bisnis dari media yang dikelolanya. Merumuskan model bisnis media menjadi sangat penting. Karena model bisnis itulah yang akan menjadi guidance insan media dalam menjalankan aktivitasnya,” Ujar Dirut Detik Network ini.

Abdul Aziz mengingatkan, “Kalau ada guidance, jalan kita menjadi sangat jelas dan terukur. Tapi harus diingat, guidance itu mesti adaptif terhadap perubahan dan kondisi. Dulu guidance berubah setiap 5 tahun, selanjutnya tiap 3 tahun, lalu tiap setahun. Sekarang perubahannya bisa tiap 6 bulan dan bahkan setiap saat.”

Sementara Sekretaris Dewan Penasehat SMSI menegaskan komitmennya untuk bersama-sama membangun SMSI dari Sabang sampai Merauke. *Itp-03