Soal Babi Mati, Hukuman Berefek Jera dan Kerugian Peternak

0
51
Anggota Komisi B DPRD Medan, Wong Chun Sen

Medan-Intipnews.com:Persoalan pembuangan bangkai babi ke sungai, pinggir jalan dan ke Danau Siombak membuat marah berbagai kalangan, termasuk Plt Walikota Medan Akhyar Nasution dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Salah seorang pelaku yang mencoba membuang bangkai babi ke sungai diamankan tim dari Polsek Sunggal. Menyikapi soal penyakit virus hog cholera yang menyerang ternak babi di 11 kabupaten/kota di Sumut, Anggota Komisi B DPRD Medan Drs Wong Chun Sen, menyampaikan yang paling penting penegakan hukum yang memberi efek jera.

Hal itu ditegaskan Wong kepada wartawan, Senin 18 November 2019. “Selain penegakan hukumnya bagi pelaku, kita juga perlu mempertimbangkan dampak sosial ekonominya. Bagaimana terhadap  nasib keluarga yang punya ternak babi tiba-tiba mati semua terserang hog cholera,” katanya.

Padahal, lanjut Wong Chun Sen, menjelang akhir tahun ini mereka sudah menggantungkan bisa menjual ternaknya agar memperoleh uang buat merayakan Hari Natal dan Tahun Baru. Jelas mereka mengalami kerugian. Bagaimana perhatian pemerintah?

Menurutnya, di 11 kabupaten/kota ini, pihak terkait dan tim terpadu telah dibentuk untuk menangani permasalahan ini. Harus proaktif dalam melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi [KIE] kepada masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi akibat virus hog cholera yang mematikan ternak-ternak babi ini.

Mendapatkan Edukasi yang Tepat

Dijelaskan Wong, bagaimana memastikan peternak melakukan vaksinasi secara berkala terhadap ternaknya. Peternak juga harus diedukasi agar tidak membuang bangkainya ke sungai atau ke tempat yang dianggap berdampak luas pada mahluk hidup di sekitarnya.

Dampak buruk lainnya yang perlu diperhatikan adalah masalah lingkungan dan kesehatan mahluk hidup di sekitar yang sudah dijadikan tempat pembuangan bangkai babi oleh orang yang tidak betanggungjawab.

“Bangkai babi yang dibuang ke sungai atau ke danau akan menimbulkan dampak negatif. Air sungai dan air danau akan mengalami bau busuk, tercemar dan menjadi sumber penyakit bisa menyebar ke mahluk hidup termasuk manusia,” terang Wong.

Harapannya ke depan, penyakit hog cholera yang membunuh babi-babi ini perlu penanganan serius agar tidak meluas ke mana-mana. Apabila peternak sudah terdampak agar mendapatkan edukasi yang tepat agar tidak membuang bangkaibabi secara sembarangan, tapi menanamnya dengan pola dan aturan yang benar.

  • Laporan Roni Neliati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini