Soal Banjir Medan, Jaya Arjuna: Korek Parit Pakai Teknologi…

0
257
Ilustrasi. Suasana banjir Kota Medan. Foto Istimewa

MedanIntipnews.com:Hujan mulai sering mengguyur Medan, warga pun mulai kebanjiran di tengah suasana bulan suci Ramadan. Apa yang terjadi? Pakar lingkungan hidup Sumatera Utara, Jaya Arjuna menanti buka puasa Jumat 7 Mei 2021, bercerita tentang bajir yang akrab merendam warga Medan.

“Okelah mereka [Pemko] bisa mengorek, tapi pakai cangkul dan skop. Maka untuk parit-parit tertutup tak bisa mereka korek. Untuk itu pakailah teknologi. Untuk sebuah kota metropolitan macam Medan, jangan lagi pakai teknologi kampungan,” ucap Jaya Arjuna sambil tersenyum.

Banjir di Kota Medan itu ada 2 sumbernya. Kalau Sungai Deli meluap merendam warga di sekitar Sungai Deli yang rendah, itu akibat kerusakan hutan di hulu, yaitu di Kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Karo. Apabila banjir di Kota Medan, itu karena drainase tumpat dan tak mampu mengalirkan air.

Soal di hulu Sungai Deli, Kabupaten Deliserdang dan Karo, mereka harus memelihara hutannya. “Makanya, kita harapkan Pemko Medan mengkelola PDAM Tirtanadi, supaya Medan membayar air ke Deliserdang dan Karo. Uangnya bisa memelihara hutan,” ungkap Jaya Arjuna.

Selama ini PDAM Tirtanadi yang dikelola Pemprovsu juga bayar air, tapi tak tahu uangnya ke mana. Belum ada nampaknya uangnya untuk pemeliharaan hutan di hulu. Sehingga terjadi kerusakan hutan. Kalau Sungai Deli meluap, banjir menggenangi rumah warga.