Soal Bantuan Beras, DPRD Medan Minta Lurah Sari Rejo Sahuti Keluhan Warga

16
Soal bantuan beras

MedanIntipnews: Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Robi Barus SE MAP (foto) minta Kepala Lingkungan (Kepling) dan Lurah Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia harus merespons terkait aspirasi warga soal bantuan beras terdampak PPKM pilih kasih. Aparat Pemko Medan diharapkan mampu menciptakan suasana kondusif dan meredam segala masalah di tengah warga Medan.

Hal itu disampaikan Robi Barus kepada wartawan, Senin (2/8/2021) di ruang komisi I DPRD Medan ketika dimintai tanggapannya terkait aksi unjukrasa soal bantuan beras pilih kasih di Kantor Lurah Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Senin pagi pada 2 Agustus 2021.

“Lurah dan Kepling harus peka, sahuti keluhan dan aspirasi warga. Bila ada tuntutan warga harus disahuti dan diberi penjelasan agar warga tenang dan dapat memahami kondisi,” ujar Roby Barus yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Medan itu.

Baca Juga: Bantuan Beras Pilih Kasih, Warga Lingkungan II Kelurahan Sari Rejo Unjukrasa

Tudingan warga soal bantuan beras dari pemerintah ke masyarakat terdampak PPKM yang penyalurannya pilih kasih, menurut Robi kiranya Lurah dan Kepling harus transparan dan memberi penjelasan sehingga warga tidak harus demo, tambah Robi.

Sementara itu Lurah Sari Rejo, Nur Ainun menghubungi wartawan Senin siang (2/8/2021) sekaligus mengklarifikasi adanya aksi unjukrasa ke kantornya. Disampaikan Nur Ainun, benar ada puluhan warga Lingkungan II Kelurahan Sari Rejo melakukan unjukrasa ke kantornya terkait Bansos terdampak PPKM.

“Bagi warga yang menuntut mendapat bantuan sudah kami data dan bila dimungkinkan tahap selanjutnya akan diajukan ke Dinsos. Warga yang datang sudah kami minta fotocopy Kartu Keluarga (KK)-nya untuk verifikasi dan bila memenuhi ketentuan akan kami ajukan ke Dinas Sosial,” terang Nur Ainun.

Terkait penutupan Kantor Lurah menggunakan jerjak besi saat ada warga yang unjukrasa, menurut Nur Ainun memang sengaja ditutup karena banyak warga Sari Rejo yang terpapar. “Jadi warga yang melakukan urusan kami terima melalui pintu samping,” sebut Nur Ainun. Int-Lr