Soal Dugaan Korupsi Setoran PDAM Tirtanadi Rp74 M

0
316
Ilustrasi. Istimewa

“Semualah diperiksa, pejabat PDAM, pihak Pemprovsu bahkan anggota DPRD Sumut, jika pembayaran itu didasarkan kebijakan ketiga instansi ini,” kata Misno

Medan-Intipnews.com:Penyelidikan kasus dugaan korupsi di Perushaan Daerah Air Minun [PDAM] Tirtanadi dilakukan Kepolisian Daerah Sumatera Utara [Poldas] terkait pembayaran kontribusi PAD Sumut, terindikasi belum dilakukan sesuai besaran yang seharusnya.

Informasi dihimpun Intipnews.com hingga Jumat 6 Maret 2020, sebagaimana di-publish media massa dari keuntungan PDAM Tirtanadi sebesar Rp 74 miliar, jumlah yang disetorkan masih sekitar Rp 20 miliar oleh Arif Haryadian yang saat itu menjabat Direktur Keuangan PDAM Tirtanadi.

Penyelidikan kasus dugaan korupsi setoran Kontribusi PDAM Tirtanadi ke PAD Pemprov Sumatera [Sumut] yang kini sedang dilakukan oleh penyidik Poldasu harus dilakukan dengan menerapkan azas keadilan.

Hal itu disebutkan Ketua Fraksi PKS DPRD Sumatera Utara Misno Adisyah Putra terkait proses penyelidikan kasus yang kini sedang ditangani oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus [Ditkrimsus] Poldasu tersebut. “Harus diusut tuntas,” tegasnya, Kamis 5 Maret 2020.

Menurutnya, jumlah tersebut masih belum sesuai besaran jika mengacu pada Perda nomor 3 tahun 2018 dalam pasal 50 yang menyebutkan apabila PDAM Tirtanadi cakupan wilayahnya sudah mencapai 80% lebih atau sama. Maka diwajibkan menyetor kontribusi PAD ke Pemprovsu sebesar 55% dari keuntungan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini