Soal Ekspor Benih Lobster, Susi: Sikap Kufur Nikmat

0
91
Susi Pudjiastuti melindungi benih lobster. Foto Istimewa

Faisal Basri, pembukaan kembali keran ekspor bayi lobster akan berpengaruh buruk, baik terhadap iklim dagang maupun lingkungan…

Jakarta-Intipnews.com:Menteri baru kebijakan baru, ini yang saban berulang dalam pergantian kabinet. Ketika mantan Menteri Perikanan dan Kelautan [KKP] Susi Pudjiastuti melindungi benih lobster, kini dia seperti marah, mengkritik rencana pencabutan larangan benih lobster oleh Menteri KKP Edhy Prabowo.

Informasi dihimpun Intipnews.com Rabu 11 Desember 2019, menurut Susi, semestinya, kebijakan yang pernah ia keluarkan tersebut tidak diubah demi melindungi bibit lobster dan meningkatkan kesejahteraan nelayan, alasannya.

“Lobster yang bernilai ekonomi tinggi tidak boleh punah, hanya karena ketamakan kita untuk menjual bibitnya,” tulis Susi dalam akun twitter pribadinya @susipudjiastuti Selasa 10 Desember 2019.

Susi bahkan menyebut kebijakan tersebut, sebagaimana dipublish media massa, mencerminkan sikap kufur terhadap nikmat yang telah diberikan atas kekayaan laut Indonesia.

“Dengan harga seperseratusnya pun tidak. Astagfirulah… karunia Tuhan tidak boleh kita kufur akan nikmat dr Nya,” lanjut Susi dalam kicauannya. Kebijakan larangan ekspor benih lobster, tambahnya, diatur dalam Permen KKP No. 56 Tahun 2016, tentang Larangan Penangkapan dan/atau P, engeluaran Lobster [Panulirus Spp], Kepiting [Scylla Spp], dan Rajungan [Portunus Spp] dari Wilayah RI.

Gayung bersambut, menanggapi kebijakan itu, ekonom Senior Universitas Indonesia, Faisal Basri ikut mengkritik rencana Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mencabut larangan ekspor benih lobster.

Ekspor Benih Lobster Masih Dipertimbangkan

Faisal Basri menegaskan, langkah itu bisa menjadi kontraproduktif karena kenyataannya larangan itu berkontribusi pada peningkatan nilai ekspor sektor perikanan Indonesia.

Menteri KKP, Edhy Prabowo. Foto Istimewa

“Belum sebulan kabinet, ada larangan ekspor benih lobster dicabut. Jadi sekarang jual-beli itu, enggak kita besarkan. Ini gila ini,” ucap Faisal dalam paparannya di Kemenkeu, Selasa [10/12/2019].

Data International Trade Center [ITC], kata Faisal, menunjukan ekspor lobster dengan kode HS 03 mengalami kenaikan usai Permen No. 56 diterapkan. Alih-alih turun seperti yang dituding oleh sejumlah pengusaha, nilai ekspor HS 03 naik dari sekitar 2,8 miliar dolar AS menjadi sekitar 3,25 miliar dolar AS per 2018. Nilai ini, kata Faisal, diperoleh sebagai imbas dari larangan itu.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo angkat suara, rencana ekspor benih lobster masih dipertimbangkan. Termasuk mempertimbangkan benih lobster dikembangbiakkan atau dibesarkan semua di Indonesia.

Mafia Bakal Bermunculan Meraup Untung Besar

“Ini kan masih dalam taraf wacana. Dan nanti akan kami putuskan berdasarkan hitungan. Saya sendiri kalau bisa memutuskan sendiri, saya siap kok untuk diekspor,” kata Edhy di Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019.

Sebab dia menilai ekspor lobster memberikan penghasilan untuk negara. “Dan ini bukan kepentingan pribadi. Devisa negara yang akan muncul, rakyat yang tadinya tergantung bisa hidup lagi. Banyak hal,” ujar dia.

Faisal Basri menekankan, pembukaan kembali keran ekspor bayi lobster akan berpengaruh buruk, baik terhadap iklim dagang maupun lingkungan. Ia memandang kebijakan itu bakal memberi celah mafia untuk bergerilya.

Seumpama diberi keleluasaan untuk mengirimkan benih lobster ke luar negeri, Faisal memperkirakan mafia bakal bermunculan untuk meraup keuntungan besar. Sebab, harga beli benih lobster saat ini telah mencapai 5.000 yen per ekor.

  • Bagikan berita ini 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini