Soal ‘Kudeta’ PD: Kau…Juga…Bru…tus…

0
31
Foto Istimewa

CATATAN AS ATMADI

Intipnews.com:POLITIK merupakan seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Merebut kekuasaan, sejak zaman dulu dilakukan orang di dunia ini. Coba ingatl bagaimana Brutus menikamkam pedangnya ke Julius Caesar di depan patung Pompeii. Hanya kata yang sanggup diucapkan Julius menjelang rubuh sebelum mati bersimbah darah, “Kau..juga,… Brutus,…” seakan tak percaya.

Brutus orang terdekat Julius Caesar, panglima perang Roma menikam Julius, yang memberinya jabatan. Selanjutnya hal itu biasa-biasa saja, terjadi di seantero bumi dengan berbagai cara-orang mengambil kekuasaan. Termasuk yang berlaku dengan Partai Demokrat [PD]. Kini berhadapan kubu PD Agus Harimurti Yudhoyono [AHY] dan kubu PD kongres luar biasa [KLB] PD Moeldoko.

“Yang lebih penting dari politik adalah kekuasaan,” begitu kata Gus Dur. Lalu, sekarang dua kubu terjadi saling gugat dan saling lapor ke aparat hukum. Diringi polemik melibatkan orang-orang yang menginginginkan kekuasaan 2024 yang mulai dikemas dari sekarang.

PD Ketum AHY meminta pemerintah melindungi PD yang sah terdaftar di lembaran negara. Ketum Cakra AHY ini meminta Moeldoko berbesar hati untuk meminta maaf kepada Susilo Bambang Yudhoyono [SBY] dan AHY sebagai Ketum PD yang sah, serta mundur dari Ketum PD versi KLB itu.


Disusul statemen kuasa hukum PD dalam tim Pembela Demokrasi, Bambang Widjojanto [BW] yang seperti menyeret Presiden Joko Widodo [Jokowi], ternyata disambut reaksi keras 21 kelompok organ relawan Jokowi Aliansi Kinerja Aspirasi Rakyat [AKAR], yang memberi aba-aba persoalan partai tidak dikaitkan dengan Presiden Jokowi.

“Kami mengecam keras pernyataan BW mengaitkan kisruh PD dengan Presiden Jokowi.” Memang, aparat hukumlah yang akan menyelesaikan saling gugat itu. Presiden sibuk dengan urusan bangsa. Sebaiknya PD dengan segala intelektualitas yang ada, meyakini ‘Badai Pasti Berlalu’.