Soal Wartawan di Medan Memprihatinkan, di Mana Hati Nurani

0
135

CATATAN AS ATMADI

Intipnews.com:Wartawan yang melaporkan, seseorang merasa diri wartawan senior dari blok tertentu di Pemrovsu, terkait undangan kegiatan Jalan Santai bersama Gubernur Sumatera Utara [Gubsu], Edy Rahmayadi, Coffee Morning dengan wartawan dan penyuntikan vaksin Sinovac Covid 19 baru-baru ini, seperti diskriminatif.

Sang senior mengatakan, “Ini undangan untukmu, jangan kau sebarkan ke mana-mana,” begitu pesan oknum yang menganggap dirinya berpengaruh di Pemprovsu itu. Lalu dijawab oleh orang yang dititipi pesan beraroma diskriminasi, “Kenapa sembunyi-sembunyi dan tidak transparan?” Jawabnya ini untuk protokol kesehatan [Prokes].

Kalau alasan untuk menjaga Prokes, menjadi pertanyaan pula, apakah Pemprovsu yang melaksanakan kegiatan Gubsu untuk wartawan tidak mampu menertibkan Prokes? Atau Wartawan dianggap tidak bisa mematuhi Prokes?

Artinya alasan yang dibuat itu bagaikan tidak logis, seperti ‘ada udang di balik batu’ Hanya untuk kepentingan kroni, sehingga kegiatan Pemprovsu dihadiri wartawan tetentu saja. Sementara wartawan yang terdaftar dan sah berdasar SK Gubsu jumlahnya lebih kurang 100 orang. Tetapi yang hadir di kegiatan Gubsu ‘pilih-pilih bulu’.

Akhirnya publikasi untuk setiap kegiatan Gubsu dan Wagubsu, umumnya Pemprovsu ke publik menjadi terbatas [tidak maksimal]. Ini kabarnya sudah berjalan lama, sehingga banyak wartawan yang harus sudah uji kompetensi wartawan [UKW] terdaftar di Gubernuran, namun wartawan yang hadir setiap bertemu Gubsu, orangnya itu-itu saja dari kelompok tertentu saja.