Pengembangan yang direalisasikan oleh KSEI diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi Pasar Modal Indonesia, serta menarik minat investor baru untuk berinvestasi.

Medan-Intipnews.com:PT Kustodian Sentral Efek Indonesia [KSEI] bekerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia [BEI] dan PT Kliring Penjaminan Efek lndonesia [KPEI] kembali menyelenggarakan sosialisasi Fasilitas AKSes Acuan Kepemilikan Sekuritas [AKSes], kali ini kegiatan sosialisasi diselenggarakan di Medan [foto].

Penyelenggaraan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi Fasilitas AKSes ke beberapa kota di Indonesia yang telah dilaksanakan sejak awal tahun 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan fasilitas AKSes yang merupakan fasilitas perlindungan investor Pasar Modal lndonesia.

Sekaligus memberikan informasi terbaru tentang pengembangan dan pencapaian KSEI. Berdasarkan data KSEI per akhir Oktober 2019, Provinsi Sumatera Utara menempati urutan ke-6 untuk jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia yaitu 48.487 investor.

Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 29.876 [61%] investor tercatat berdomisili di Kota Medan. Adapun jumlah investor di Pasar Modal lndonesia per akhir Oktober 2019, telah mencapai sekitar 2.300.000 investor, yang mencakup investor pemilik Saham, Surat Utang, Reksa Dana, Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia.

Kepala Unit Pemasaran dan Komunikasi KSEI Adisty Widyasari dalam diskusi bersama wartawan menjelaskan, “Saat ini investor di Medan didominasi oleh golongan milenial dengan persentase sebesar 40,16% untuk usia di bawah 30 tahun.

Jumlah ini sejalan dengan dominasi milenial pada jumlah investor secara keseluruhan yang mencapai 43,43%. Data tersebut menunjukan bahwa anak muda zaman sekarang sudah sadar akan pentingnya investasi, dan pasar modal menjadi salah satu alternatif yang dipilih untuk berinvestasi,” ungkap Adisty.

Lebih lanjut Adisty menjelaskan, kenyamanan dalam berinvestasi di pasar modal merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh KSEI melalui berbagai pengembangan infrastruktur pasar modal.

Beberapa pengembangan yang direalisasikan oleh KSEI diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi Pasar Modal Indonesia serta menarik minat investor baru untuk berinvestasi. Dalam sosialisasi ini, KSEI juga menyampaikan beberapa pencapaian yang telah terlaksana di tahun 2019, antara lain Simplifikasi

AKSes Sarana Perlindungan Memudahkan Investor

Pembukaan Rekening, pengembangan Fasilitas AKSes terbaru hingga penerapan Full Central Bank Money [Full CeBM] untuk penyelesaian transaksi terkait dengan dana di Pasar Modal lndonesia.

Simplifikasi Pembukaan Rekening merupakan program kerja yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat pembukaan Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah [RDN].

Kemudahan dan proses pembukaan rekening yang lebih cepat tersebut bertujuan untuk membuka akses ke pasar modal yang lebih luas, sehingga investor di daerah pun dapat membuka rekening secara online dan segera melakukan transaksi di pasar modal.

Inisiasi simplifikasi pembukaan Rekening Efek dan RDN sesuai dengan arah pengembangan sektor jasa keuangan Indonesia yang tercantum dalam master plan sektor jasa keuangan Indonesia tahun 2015 2019.

Pengembangan AKSes Next-G adalah upaya lain KSEI untuk memberikan kenyamanan bagi investor. AKSes adalah sarana perlindungan yang memudahkan investor untuk memantau portofolio investasinya di pasar modal.

Menempatkan Posisi Dana yang Tercatat

Pengembangan yang dilakukan meliputi proses login yang mudah, cukup dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan alamat email. Pengguna AKSes pun tidak terbatas pada investor saja tetapi juga masyarakat secara umum.

Perubahan lain pada AKSes terdapat pada laman Beranda/Home yang lebih dinamis dengan informasi yang lebih menarik dengan menampilkan running trade, aktivitas pasar modal, dan headline berita/artikel terkait pasar modal.

Sebelum diterapkannya mekanisme penyelasaian dana melalui Bank Sentral atau yang dikenal dengan Central Bank Money [CeBM], penyelesaian dana terkait keperluan penyelesaian transaksi di Pasar Modal Indonesia oleh Pemegang Rekening KSEl [Perusahaan Efek dan Bank Kustodian] harus dilakukan melalui bank komersial yang ditunjuk oleh KSEI sebagai Bank Pembayaran.

Fungsi utama Bank Pembayaran KSEI adalah untuk menempatkan posisi dana yang tercatat dalam Rekening Efek di KSEI, mengacu pada ketentuan dalam peraturan Bapepam-LK No.IIl.C.6 mengenai penempatan dana pada rekening khusus di bank.

Menunjuk Central Securities Depository

Dengan penerapan Full CeBM, rekening khusus di bank yang digunakan untuk penempatan dana yang tersimpan di Rekening Efek akan dilakukan di rekening giro KSEI di Bank Indonesia, tidak lagi ditempatkan dalam rekening KSEI di Bankx Pembayaran.

Saat ini, KSEI juga sedang mengkaji kemungkinan diterapkannya layanan KYC Administrator Agent, KSEI telah memulai kajian pembuatan platform penyimpanan data KYC yang tersentralisasi dan dapat digunakan oleh Pelaku Jasa Keuangan (PJK) untuk sharing informasi KYC sehingga kualitas data nasabah menjadi lebih baik. Saat ini, masih terdapat pula pengulangan proses KYC untuk investor yang sama pada PJK yang berbeda.

Adapun insiatif KSEI yang lain yaitu e-proxy dan e-voting platform, yang dimana agar proses RUPS dapat berjalan efisien dan efektif diantara pihak-pihak terkait.

Salah satunya membelikan kuasa untuk menghadiri RUPS dan memberikan hak suara melalui e-proxy dan e-voting platform. Untuk pengembangan tersebut, KSEI telah menunjuk Central Securities Depository [CSD] of kaey MKK [Merkezi Kayit Kurulusu] sebagai mitra untuk melakukan pengembangan e-proxy and e-voting platform.

 * Laporan Roni Neliati 

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini