Sosper DPRD Rp 1,5 M Pertahun, Elfanda: Sosialisasi ‘Ecek-ecek’…

75
Pengamat Anggaran Elfanda Ananda . Foto Istimewa

Lebih baik uang  Rp1,5 M digunakan untuk fakir miskin dan orang terlantar. “Lebih bermanfaat bagi rakyat ketimbang untuk wakilnya…

 

Medan-Intipnews.com:Soal Sosialisasi Perda [Sosper] DPRD Medan yang tidak efektif mengemuka pekan ini. Pengamat Anggaran Elfanda Ananda buka suara, ada beberapa anggota DPRD Medan yang enggan melakukan Sosper karena dianggap merepotkan.

“Tapi mungkin selain banyak persyaratan, sebagian dewan tidak sosialisasi Perda karena takut menggunakan anggaran yang mereka nilai Sosper hanya ecek-ecek,” ujar Lefanda Ananda kepada wartawan di Medan, Selasa 18 Februari 2020.

Untuk itu, kata Elfanda, kita sarankan kalau membuat perda harus mengikuti tata cara dan melibatkan partisipasi masyarakat. Sehingga, masyarakat yang berpartisipasi tadi sudah ikut mensosialisasikan ranperda itu.

Kini Sosper DPRD Medan menggunakan dana APBD Rp 1,5 miliar pertahun, dinilainya kurang efektif dan hanya menghabiskan uang rakyat. “Sosper ini sulit diukur keberhasilannya. Anggaran Rp 1,5 M setahun itu tidak termanfaatkan, karena banyak Perda belum efektif penerapannya,”ujar Elfanda.

Selama ini setiap bulan ke 50 Dewan Kota Medan melakukan kegiatan Sosper ke daerah pemilihan [Dapil] masing-masing dengan anggaran Rp 25 juta untuk per anggota dewan. Sosper per anggota dewan diikuti 200 orang sesuai diatur dalam tata tertib [Tatib] DPRD Medan.

Menurut Elfanda, Sosper lebih efektif dilakukan lewat media pamflet di berbagai kantor pemerintah, swasta, di pasar-pasar, tempat keramaian dan media internet. Karena sasarannya akan lebih luas dan bisa menjangkau seluruh elemen masyarakat.