Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto Istimewa

Jakarta-Intipnews.com:Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana mengalokasikan anggaran pemerintah untuk iklan ke media secara langsung tanpa lewat platform. Hal tersebut merespons pandangan Asosiasi Media Siber Indonesia [AMSI] yang menyebut hoaks telah menjadi salah satu ekosistem bisnis.

Penyebabnya, tidak sedikit iklan terpasang di laman-laman yang memuat hoaks dan justru menghidupkan hoaks tersebut. Ketua AMSI Wenseslaus Manggut mengatakan, kebebasan berekspresi telah membuat setiap orang, baik legislatif hingga tim sukses bisa membuat media.

“Hoaks merajalela dan di banyak platform bahkan kebencian menjelma menjadi semacam produk, bisa diperjualbelikan dan di sana dia susah kita atasi, juga karena ada freedom of speech di situ dan sudah menjelma menjadi produk, ada ekosistem bisnis di situ,” kata Wens.

Wens mengungkapkan itu dalam Kongres Kedua AMSI secara daring di Jakarta, Sabtu 22 Agustus 2020. “Di konten-konten yang hatespeech, di video dan di banyak tempat itu ada iklannya. Dia lama-lama menjelma menjadi ekosistem bisnis,” lanjut Wens.

Menteri Keuangan Sri Mulyani merespons positif gagasan yang disampaikan Wens. Ia mengakui hoaks telah menjadi tantangan besar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Ia menyambut positif langkah AMSI dan insan pers yang mulai berbicara dengan platform atau pemegang brand dalam beretika dengan tidak beriklan sembarangan, terutama di konten hoaks.*Tid

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini