Menteri BUMN Erick Thohir. Foto Istimewa

Jakarta-Intipnews.com:Ini peringatan keras bagi anak-cucu [turunan] BUMN. Pasalnya, bagi Menteri BUMN Erick Thohir “tak ada ampun” lagi alias akan mengambil langkah tegas menutup perusahaan turunnya BUMN yang merugi.

Langkah ini justru agar BUMN tak terseret ikut terpuruk menanggung beban anak-cucu perusahaan. Menurut Erick Thohir, untuk itu dalam waktu dekat akan mengeluarkan peraturan menteri [permen] yang akan menata tentang tata kelola pembentukan anak usaha atau cucu usaha BUMN.

Langkah ini dilakukan Erick untuk menata BUMN agar pembentukan anak usaha tidak membuat induk BUMN menjadi merugi. “Kami menilai aturan bisa memperluas kerja kementerian BUMN. Artinya, kita punya hak untuk menutup atau melakukan merger.

Semua perlu ada alasannya,” ujar Erick di Komisi VI DPR RI, Senin 2 Desember 2019. Erick juga menjelaskan, dalam aturan yang akan dibuat ini, nantinya akan memberikan keleluasaan bagi pemerintah untuk bisa mengambil keputusan apakah sebuah anak usaha BUMN atau BUMN hendak melakukan merger.

Bukan Semua Anak Perusahaan Sakit

Selain itu juga akan memperluas pemerintah untuk mempunyai hak menutup anak usaha yang memang dirasa merugi. Erick menilai, gemuknya jumlah BUMN dan anak usaha BUMN yang jumlahnya ratusan ini membuat BUMN mayoritas tidak sehat.

Meski begitu, Erick memastikan langkah mengevaluasi dan menata BUMN ini bukan berdasarkan perhitungan asal semata. Ia juga mengapresiasi BUMN dan anak usaha BUMN yang memberikan keuntungan bagi negara.

“Bukan untuk mengerdilkan, tapi ini untuk menolong perusahaan yang tadinya sudah untung. Namun, bukan berarti semua anak perusahaan itu sakit. Seperti Telkom dan Telkomsel sangat sehat. Atau anak usaha Krakatau Steel, Krakatau Posco itu juga tergolong sehat,” tutur Erick. *tsc

  • Bagikan berita ini

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini