‘Tak Ada Tempat Bagi Penjahat’, Kapoldasu: Tembak di Tempat…

0
99

Bersama Ketua PWI Sumut, Guru Besar USU, Kapoldasu, di Radio Lite FM, kejahatan perjudian, begal, narkoba, persoalan tanah yang kini juga menjadi pusat perhatian masyarakat, dan lainnya dibahas…

 

Medan-Intipnews.com:’Tak ada tempat bagi penjahat’ yang menjadi moto Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin, tidak saja menyeret pelakunya ke meja hijau, bahkan perintah tembak di tempat tidak jarang menjadi keharusan terhadap penjahat.

“Itu tak lain agar menimbulkan efek jera dan menumpas kejahatan di bumi Sumatera Utara,” ujar Kapolda Sumatera Utara [Kapoldasu] saat membahas penanganan terhadap tindak kejahatan bersama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia [PWI] Sumut Hermansjah di Radio Lite FM [foto].

Lebih menarik dan akurat, di siaran langsung Spesial Dialog Lite FM itu dihadirikan guru besar USU Prof Hasyim Purba, dipandu penyiar kawakan Pieter Manopo, Selasa 18 Februari 2020 sore.

Jenderal Polisi berbintang dua yang bertugas belum cukup dua bulan di Sumut Martuani Sormin, dengan suara tinggi khasnya menyebutkan, sebagai putra daerah dia tak mau Sumatera Utara [Sumut] takluk di tangan penjahat.

“Selama saya Kapolda, jangan coba-coba mengganggu ketenteraman dan kenyamanan masyarakat Sumut. Kita tindak secara tegas dan terukur,” tegas Irjen Pol Martuani Sormin, sembari menyahuti harapan masyarakat selogan ‘Tak Ada Tempat Bagi Penjahat’ tidak hanya sebatas retorika.

Tindak kejahatan begal dan narkoba serta dari balik Lapas yang tak hentinya bergema seperti diutarakan Ketua PWI Hermansjah, menurut Kapoldasu menjadi prioritas bagi jajaran kepolisian untuk memberantasnya sampai tuntas.

Menjawab pertanyaan guru besar USU, Prof Hasyim Purba, Irjen Martuani Sormin yang sempat bertugas di Polda Metro Jaya, Mabes Polri maupun Kapolda Papua itu memaparkan keprihatinanya terkait kejahatan Narkoba yang pengaruhnya sudah sampai di kalangan mahasiswa perguruan tinggi.

Termasuk lapisan masyarakat paling bawah, sehingga tidak ada lagi kata damai, kecuali memberantasnya sampai tuntas. Selain Narkoba, kata Kapoldasu, pihaknya juga akan menertibkan pelanggaran lalulintas dengan mengubah motto yang sejak lama berkembang yakni “Ini Medan Bung” menjadi, “Ini Baru Medan”.

Tidak ketinggalan aktivitas perjudian yang marak di kalangan masyarakat lapisan bawah, seperti judi togel serta persoalan tanah yang kini juga menjadi pusat perhatian masyarakat. Atas nama berbagai bentuk kejahatan tetap akan ditindak tegas.

Menjawab pertanyaan pamungkas empat penanya melalui telepon dan pesan WA di paparkan Penyiar Pieter Manopo, Irjen Martuani Sormin mengutarakan, Kepolisian juga mempopularkan gerakan “Jumat Barokah” dan “ Minggu Kasih” untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa polisi juga sahabat masyarakat, dimana pun berada. *Itp-12

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini