Warga Ambon membuang peti mayat setelah merampas jenazah dari ambulans di kawasan jalan Jenderal Sudirman, Desa Batu Merah, Kota Ambon, Maluku. Jumat, [26/6]. Foto Istimewa

Ambon-Intipnews.com:Wali Kota Ambon  Richard Louhenapessy meminta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah [DPRD] Kota Ambon, Gunawan Mochtar untuk sementara waktu tinggal bersama pasien positif virus corona [Covid-19] di lokasi penampungan di Hotel Everbright Ambon Maluku.

“Kalau mau membuktikan bahwa covid itu rekayasa silakan saudara datang tinggal bersama pasien covid dilokasi karantina di Hotel Everbright,” kata Richard di Gedung Balai Kota Ambon, Selasa 11 Agustus 2020.

Ricard menyebut, per Selasa [11/8] sebanyak 832 orang. Kasus terkonfirmasi per hari meningkat, lalu di mana rekayasa, dan di mana uang daerah digunakan untuk poya-poya.

Sebelumnya Gunawan Mochtar mengeluarkan pernyataan, virus corona merupakan rekayasa pemerintah untuk menghabiskan anggaran daerah. “Jadi corona ini jangan jadikan sebagai ajang untuk menghabiskan anggaran daerah,” ucap dia.

“Belum pernah satu pasien yang meninggal karena covid, semua meninggal karena penyakit bawaan, tetapi pemkot Ambon memvonis covid dan menguras anggaran,” kata Gunawan di Gedung DPRD Maluku pada Jumat lalu.

Gunawan menyebut PSBB yang sedang berlangsung tengah menghabiskan dana sekitar miliaran rupiah namun tidak menunjukan hasil yang membaik malahan menambah angka kasus terkonfirmasi per hari mengalami peningkatakan.

“Biar seratus kali pun dilakukan PSBB otomatis angka covid bertambah, kalau pejabat yang melakukan perjalanan dinas keluar dan masyarakat masuk kota tidak dilakukan karantina,”pungkasnya. *Cni

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini