Hendra DS, Foto Istimewa

“Cara-cara memposisikan diri seolah menjadi pihak yang teraniaya, tidak lagi menjadi gaya berpolitik yang baik di tengah masyarakat yang sudah cerdas,…”

Medan-Intipnews.com:Akhyar yang ditinggalkan Eldin masuk bui, setelah jadi Plt Walikota, maju menjadi calon Walikota Medan. Iapun mulai mengomunikasikan pernyataan-pernyataan sebagai Calon Walikota Medan yang menurut Hendra DS pernyataannya itu akibat tidak percaya diri.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini Akhyar Nasution dalam statemennya meminta agar stakeholder pelaksanaan Pilkada bekerja dengan fair dan adil dan jangan ada “pemain baru”.

Pernyataannya itu mendapat tanggapan anggota DPRD Medan, Hendra DS. ”Merupakan pernyataan yang menunjukkan ketidakpercayaan dirinya untuk bertarung di Pilkada Medan 2020,” ujar Hendra sebagaimana dilansir RMOLSumut.

Menurut Hendra, pernyataan itu bentuk kurang percaya diri. “Jadi mulai mencari cara untuk memposisikan diri sebagai orang yang teraniaya untuk mendapat belas kasihan dari masyarakat,” kata Ketua DPC Hanura Kota Medan, Hendra DS, Rabu 30 September 2020.

Ketidakpercayaan diri ini, kata Hendra, juga dipicu oleh kinerja Akhyar Nasution saat memimpin Kota Medan. Selaku sosok yang berstatus petahana. Akhyar, ujarnya, sangat menyadari bahwa selama kepemimpinannya tidak ada perubahan yang signifikan untuk kebaikan masyarakat.

“Sebagai petahana, masyarakat bisa menilai tidak ada satupun program yang membanggakan untuk kota ini,” ujarnya. Hendra menyebut gaya berpolitik seperti ini terlalu norak. Cara-cara memposisikan diri seolah menjadi pihak yang teraniaya, tutur Hendra, tidak lagi menjadi gaya berpolitik yang baik di tengah masyarakat yang sudah cerdas.


“Sebelumnya mereka juga sudah sering mengatakan hal yang serupa, seperti diancam dan ditekan. Saya pikir kalau memang ada bukti laporkan ke panwas atau polisi,” tukasnya.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini