Empat penyair foto bersama. Dari kiri ke kanan, Dr Umar Zein penyair dari Medan, Tantawi Panggabean Sumatera Utara, Raudah Jambak Medan, Tarmizi Rumahitam Batam

Karya sobatmu Tantawi Panggabean:

Talenta Sahabatku Umar Zein

Bergelut di dunia Medis,bercengkrama di melodi langgam melayu, tercipta pantun
bersusun rentak konsonan tertata rapi
Melabuhkan diri di Institusi
Sebelum cakrawala bercumbu dengan mega engkau langkahkan kakimu nuju tatanan dunia didik kemanusiaan
Nalarmu terpacu bak gelombang menyisir
Pantai silih berganti berbuih pasti
Ilmu tak dapat hanya tuk simpan memori
Curahkan buat hidup dan kehidupan berikutnya,nyata sesama manusiawi
Kau isi halaman sepadat ilusi nan ada dibenak keharifan tulus tanpa asa kan kembali berapa fulus kuterima nanti
Religipun turut menyertai mu
Talentamu menuntun memberi makna ,
Inilah aku, inilah sadarku inilah sumpahku
Haluku menerobos dinding keragaman

Kamu, sobatku, rinduku, dan umar zein namamu melekat dikelopak ruas hatiku
Kutulis esaiku bernada puisi berdiksi syair
Tapi tak bermelodi pantun anak Medan

Kutulis ini desakan dadaku memaksa tulislah sebarkan dan setelah kutelusuri
Kulihat, kubaca karya-karyamu kugelengkan plontos batok kepala seakan biksu bisu
Lipatkan jemari didada.

Rembang petang mulai beranjak mengkait awan cicit burung gemuruh
seakan serbuk mesiu hitam penuhi angkasa ,sahabat ku berdiri ditepi bilar-bilar rumah Allah tuk melangkah ke ruang Masjid kerjakan Shalat Magrib berjamaah
Haru biru ketika mataku .
menatapmu Pasaman tahun lalu

Dapatkah kupetik kembang berjuta warna
Bak lukisan indah tak terpungkiri untukmu ku bangga bersahabat Umar Zein namamu

[Agustus 10-2020]

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini