Tar Diminta Istrinya Cabuli Seorang Gadis

322
Tar akhirnya bersedia menggauli gadis di bawah umur, setelah disuruh istrinya

Intipnews.com:SEPERTI tidak mungkin, tetapi benar terjadi, seorang istri menyuruh suaminya untuk melakukan hubungan suami istri dengan seorang gadis di bawah umur yang disediakannya sendiri.

Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur berinisial IK [16], yang dilakukan Tar [51], warga Dukuh Karanganyar, Desa Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, masih didalami Unit Perlindungan Perempuan dan Anak [PPA] Satreskrim Polres Brebes, Tegal Kamis 20 Februari 2020.

Dalam kasus tersebut, pelaku mengaku melakukan pencabulan terhadap korban karena disuruh oleh istrinya, Sit [30]. “Istri saya tuh ngomong, ayah biar bisa bergairah sana iseng-iseng main sama cewek,” katanya.

Lalu Tar mengaku, “Terus saya jawab lah cewek siapa, saya sudah tua sudah aki-aki [kakek] siapa yang mau? Terus saya tanya lagi, ceweknya mau gak? Dia jawab ya mau lah,” kata Tar saat menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Brebes.

Setelah menawarkan bermain dengan cewek, lanjut Tar, sang istri kemudian mengajak korban IK ke rumah untuk dikenalkan dengan dirinya. Setelah berkenalan, istrinya keluar rumah meninggalkan korban IK bersama tersangka Tar.

“Saya bilang ke dia [korban], kalau saya gituan nanti disalahin. Terus dia jawab, enggak lah, kan saya ke sini yang ngajak mbak [istri tersangka]. Udah gak papa,” katanya.

Saat pertemuan pertama, tersangka berupaya melakukan hubungan layaknya suami istri dengan korban. Namun, di hari kemudian tersangka akhirnya berhasil mencabuli korban di sebuah rumah kosong yang ada di samping rumahnya. Bahkan, saat tersangka melakukan pencabulan, justru sang istri juga meminta untuk digaulinya.

“Istri saya malah minta digauli bertiga. Katanya cari hiburan, biar bergairah main bertiga,” tambahnya sebagaimana dilansir Kumparan.com. Dari hasil pemeriksaan polisi, terungkap tersangka mengancam akan menyantet korban jika melaporkan kepada orang tuanya.

Bahkan, melalui istrinya, tersangka selalu memberikan uang ke korban, mulai dari Rp 20 ribu, Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu setiap melakukan aksinya. Tidak hanya itu, tersangka juga mengiming-imingi korban akan memberikan uang Rp 5 juta. *Itp-17