Terkait Evi Diana Tidak Jadi Tersangka Suap Gubernur, Rinto Laporkan Mantan Pimpinan KPK

0
67
Rinto Maha dari kantor hukum Lazzaro Law Firm. Foto Istimewa

MedanIntipnews.com: “Saya melihat Saut Situmorang memiliki kepentingan di balik tidak ditetapkannya Evi Diana sebagai tersangka dalam kasus ini [suap di DPRDSU]. Dalam pernyataannya di media dia membela Evi ada apa? Apa bedanya dia dengan klien saya Safrida Fitri?,” tukas Rinto Maha dari kantor hukum Lazzaro Law Firm.

Sebagaimana dilansir RMOL Sumut, menurut Rinto Maha dari kantor hukum Lazzaro Law Firm, melaporkan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] Saut Situmorang dan dua mantan kasatgas yakni Ambarita Damanik dan Hendri N Christian ke Dewan Pengawas [Dewas] KPK.

Menurut Rinto laporan ini berkaitan dengan kasus suap di DPRD Sumatera Utara [DPRDSU] periode 2009-2014 dan 2014-2019 yang hingga saat ini dinilai belum tuntas, karena beberapa anggota dewan yang diduga terlibat belum diproses.

Ketiganya dilaporkan terkait kasus dugaan penyalahgunaan wewenang berupa pemasukan keterangan/saksi palsu dan adanya konflik kepentingan. “Ini kami lihat ada konflik kepentingan HN Cristian dan Ambarita Damanik dalam penyidikan kasus suap dana anggota DPRD Sumut,” katanya kepada wartawan, Selasa 18 Mei 2021.

Dua mantan penyidik senior ini menurut Rinto Maha menjadi sosok paling bertanggung jawab atas dugaan ‘tebang pilih’ dalam penegakan hukum terhadap anggota DPRDSU yang diduga terlibat dalam suap dari Gatot Pujo Nugroho selaku Gubernur Sumut saat itu.

“Ada beberapa orang anggota dewan yang sudah mengaku menerima dan mengembalikan uang suap itu namun tidak jadi tersangka hingga saat ini seperti Evi Diana. Pada sisi lain ada yang mengembalikan dana lebih besar dari yang dikembalikan oleh Evi Diana justru tetap dihukum,” ujarnya.

Soal keterangan atau saksi palsu, Rinto mengatakan hal ini terlihat dari keterangan Hamami Syul Bahsan yang berubah-ubah meski sudah disumpah. “Keterangan berubah-ubah kok tetap diakomodir itu tidak bisa karena keterangan itu di bawah sumpah,” sebutnya.

Rinto Maha mengatakan dirinya merupakan advokat yang mendampingi beberapa anggota DPRD Sumut yang kini masih menjalani hukuman terkait kasus suap ini. Hal inilah yang membuatnya berkepentingan untuk mengungkap berbagai proses yang terjadi di KPK terkait penanganan seluruh kasus dugaan suap di DPRD Sumatera Utara tersebut.

Lanjut Rinto, ada biaya yang dikeluarkan Evi Diana untuk itu. “Untuk mengungkapnya saya menantang, tersangkakan dulu Evi Diana, saya yakin dia akan bunyi itu,” ujarnya.