Terkait Kasus Tanjungbalai, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Dilaporkan ke Dewas

0
131
Terkait Kasus Tanjungbalai
Terkait kasus Tanjungbalai, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli dilaporkan ke Dewas. Foto Istimewa

JakartaIntipnews.com:Terkait Kasus Tanjungbalai, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Dilaporkan ke Dewas. Lili Pintauli Siregar dilaporkan ke Dewan Pengawas [Dewas] KPK atas dugaan pelanggaran kode etik terkait penanganan kasus dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai.

Laporan tersebut dilayangkan oleh mantan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi [PJKAKI] KPK, Sujanarko serta dua penyidik KPK Novel Baswedan dan Rizka Anungnata.

“Kejadian seperti ini membuat KPK sangat terpuruk dan sangat tidak lagi dipercayai publik,” ujar Sujanarko kepada wartawan melalui pesan tertulis, Rabu 9 Juni 2021, sebagaimana di-publis luas media massa.

Sujanarko mengaku prihatin terhadap kasus dugaan korupsi di Tanjungbalai yang menyeret penyidik KPK AKP SRP dan Walikota Tanjungbalai MSy. Ia pun menyesalkan Lili yang diduga turut terlibat dalam kasus tersebut.

Terkait Kasus Tanjungbalai, dalam laporannya Sujanarko mencatat 2 pelanggaran etik yang diduga dilakukan oleh Lili. Pertama, terkait dugaan Lili yang menghubungi dan menginformasikan perkembangan penanganan kasus Walikota Tanjungbalai MSy.

Novel Baswedan. Foto Istimewa

Lili diduga menekan MSy guna membantu penyelesaian kepegawaian adik iparnya Ruri Prihatini Lubis di Perusahaan Daerah Air Minum [PDAM] Tirta Kualo Tanjungbalai.

Sementara, Rizka Anungnata bersedia sebagai saksi karena memiliki banyak informasi terkait dengan dugaan pelanggaran tersebut. Rizka diketahui merupakan Kepala Satuan Tugas [Kasatgas] Penyidik yang menangani kasus Tanjungbalai.

Saat ini, ia dinonaktifkan karena dinilai tak lolos tes wawasan kebangsaan [TWK] alih status menjadi ASN. “Berdasarkan hal tersebut sudah sepantasnya kami menduga atau setidaknya patut menduga telah terjadi pelanggaran etik yang dilakukan oleh LPS,” kata Rizka.

Lebih lanjut, Novel Baswedan meminta Dewan Pengawas KPK berani memproses laporan dugaan pelanggaran etik Lili dan mengumumkannya kepada publik. “Ini penting dan berdampak besar bagi keberlangsungan KPK,” tukasnya.

Dengan demikian, menurutnya KPK akan bebas dari stigma adanya kebiasaan yang tidak benar dalam penanganan perkara. “Ini penting dan berdampak besar bagi keberlangsungan KPK dan merupakan isu yang menyangkut roh dan jiwa, harkat dan martabat KPK sebagai lembaga penindakan tindak pidana korupsi,” tandas Novel.

  • Itp-17