Terkait Korupsi di Bank Sumut, Hendra: Periksa dan Tes Wawasan Kebangsaan Pejabatnya

0
428
Terkait Korupsi di Bank Sumut, Hendra Hutagalung minta periksa dan Tes Wawasan Kebangsaan pejabatnya

MedanIntipnews.com:Terkait Korupsi di Bank Sumut, Hendra meminta
periksa para pejabat yang ada di bank plat merah itu, dan kalau perlu
dilakukan tes wawasan kebangsaan [TWK], supaya mampu bekerja tidak hanya mengutamakan kepentingan pribadi.

Demikian dikatakan Ketua Umum Gerakan Rakyat Anti Korupsi [Gertak], Hendra Hutagalung, kepada Intipnews.com, Sabtu 5 Juni 2021 pagi, menanggapi berita Bank Sumut yang ramai di-publis media massa, terkait oknum wakil pimpinan Bank Sumut dan debitur tersangka korupsi Rp 31,6 M yang ditahan Kejatisu.

“Tindak korupsi di Bank Sumut bukan sekali ini. Jadi sudah perlu ada tindakan khusus untuk antisipasi tidak terjadi lagi korupsi yang merugikan keuangan Negara di bank plat merah itu. Tahun 2020 mantan Pemimpin Divisi Treasury Bank Sumut, juga terlibat korupsi merugikan negara Rp 202 miliar,” ungkap
Hendra.

Setelah diadili di meja hijau, lanjutnya, kasus korupsi di Bank Sumut 202 miliar itu terbukti dan pelakunya divonis penjara 10 tahun. “Sekarang terjadi lagi,” ucapnya.

Menurut Hendra Hutagalung, kalau PT Bank Sumut serius ingin mewujudkan komitmen anti korupsi, tidak cukup hanya kerjasama dengan KPK terkait penandatangan pakta integritas, yang bagaikan seremonial.

“Sebaiknya melakukan kontrol yang ketat terhadap para pejabat dan karyawan Bank
Sumut. Misalnya dengan melakukan pengecekan harta kekayaan mereka setiap waktu. Benarkah logis atau tidak harta yang mereka miliki setelah menjabat di PT Bank Sumut,” tutur Hendra.

Ini penting, lanjutnya, sebagai upaya mengikis atau meminimalisir sejak dini adanya moralitas pegawai yang hanya mementingkan pribadi. Bila perlu dilakukan tes wawasan kebangsaan [TWK]. Dia pun menyebut, sudah sering mendengar dugaan permainan kredit fiktif oknum-oknum di Bank Sumut.

“Saya sedang melakukan investigasi beberapa minggu belakangan ini, terkait laporan yang kami terima ada dugaan permainan kredit fiktif di salah satu kantor cabang Bank Sumut di Kota Medan. Bekerjasama dengan oknum kepala sekolah dan guru-guru diduga melakukan penyimpangan untuk mrndapatkan kredit 200 juta rupiah,” tukas Hendra, sambil tersenyum.

Sebelumnya diketahui, mencuat ke permukaan berita oknum wakil pimpinan Bank Sumut
dan debitur tersangka Korupsi Rp 31,6 M ditahan kejaksaan Tinggi Sumatera Utara [Kejatisu].