Terkait Korupsi Rp10,3 M, Akhirnya Mantan Rektor UINSU Ditahan Kejatisu

0
37
Terkait Korupsi Rp10,3 M, Akhirnya Mantan Rektor
Terkait korupsi Rp10,3 M, akhirnya mantan Rektor UINSU ditahan Kejatisu. Dari kiri, tersangka mantan Rektor Said, Jon dan tersangka SS. Foto Istimewa

MedanIntipnews.com:Terkait Korupsi Rp10,3 M, akhirnya tersangka mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara [UINSU] ditahan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara [Kejatisu]. Mantan Rektor Prof Sai ditahan bersama dua tersangka lainnya Jon dan SS, Senin [28/6/21].

Menurut Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Medan, Bondan Subrata, berkas perkara ketiganya dinyatakan lengkap [P-21] 14 Juni 2021. Bondan menyebut perkara dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu kampus 2 UINSU tahun anggaran 2018 dengan nilai kontrak Rp44.973.352.461.

Terkait korupsi Rp10,3 M, dikerjakan kontraktor PT MKBP, dan pembangunan gedung itu mangkrak berpotensi merugikan keuangan negara. “Sesuai hasil audit kerugian negara Rp10.350.091.337,98,” ujar Bondan.

Kepala Kejari Medan telah menerbitkan surat perintah kepada tim JPU yang terdiri dari JPU pada Kejati Sumut dan Kejari Medan yang akan segera menyiapkan dakwaan untuk dilimpahkan dan disidangkan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan.

Pembangunan gedung kuliah UINSI yang terindikasi rugikan negara Rp10,3 M. Foto Istimewa

Selain ketiga tersangka, sejumlah barang bukti juga yang turut diterima di antaranya sejumlah dokumen yang berkaitan dengan penanganan perkara tersebut. “Selanjutnya ketiga tersangka tersebut oleh JPU pada Kejati Sumut dan Kejari Medan akan dilakukan penahanan dalam rangka penuntutan di Rutan Kepolisian Polda Sumatera Utara [Poldasu].

Informasi dihimpun Intipnews.com, Selasa 29 Juni 2021, kasus dugaan korupsi di perguruan tinggi agama Islam ini bermula awal 2017 saat saat Prpf Said memerintahkan anak buahnya membuat proposal pengajuan pembangunan gedung kuliah terpadu UINSU ke Kemenag.


Kejari Medan menerima penyerahan tersangka dan barang bukti tahap dua dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu tersebut.

Bertemu Menteri Ceko

Dia menjelaskan, Said diduga melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dan melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana.

Sementara, dua tersangka lainnya Jon dan SS diduga melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

  • * Itp