Batu Bara-Intipnews.com:Massa belasan ormas Kabupaten Batu Bara, menolok  RUU HIP, dan mendesak polisi mengusut tuntas serta menangkap inisiator RUU HIP, karena telah mengkhianati UUD 1945 dan Pancasila. Mereka menyatakan dengan tegas Pancasila sudah final menjadi dasar NKRI [foto].

Ungkapan itu muncul pada unjuk rasa puluhan organisasi massa [ormas] di Batu Bara, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Komunis [Almak], menolak pemerasan Pancasila menjadi Tri Sila dan Eka Sila di Simpang Kualatanjung Kecamatan Sei Suka, Minggu 5 Juli 2020.

Ormas Batu Bara yang menolak HIP antara laian, DPW FPI Batu Bara, PD GPII Batu Bara, Formis, Pemuda Muhammadiyah, DMI, PD  Himmah, GSUI,  KNPI, Persis, Pagurawan Bertauhid, Ikatan Pelajar Alwashliyah, Pemuda Muhammadiyah, Persatuan Pemuda Melayu [PPM] , PD GPMI, BKPRMI dan lainnya.

Penolakan massa ormas di tengah Batu Bara zona merah  Covid 19, secara tegas tidak setuju dengan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila [RUU HIP], karena dianggap memasukkan faham komunis yang bertentangan dengan Pancasila.

Seluruh  massa ormas menyatakan siap mengawal maklumat MUI tentang penolakan RUU HIP. Kepada Pemerintah dan DPR RI massa mendesak dengan tegas agar menghapus dan menghentikan RUU HIP dari prolegnas.

Kepada wartawan, ketua DPW FPI H Muhammad Yusri S.Pd mengatakan Pancasila sudah final dan tidak bisa diganggu gugat.

“Pada 22 Juni kemudian 18 Agustus 1945 dan tidak sampai disitu, Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli dan apa kurangnya lagi sehingga Pancasila mau diubah. Kok ada Tri Sila, kok ada pula Eka Sila, itulah yang mendasari kami melakukan unjuk rasa ini,” katanya.

Aksi massa yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dan berakhir sebelum shalat dzuhur berjalan dengan tertib dan aman, dengan mendapat kawalan 122 personel Polres Batu Bara.

* Laporan Muhammad Amin

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini