Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto Istimewa

Jakarta Intipnews.com:Kementerian Pertanian [Mentan] mencabut Keputusan Menteri Pertanian [Kepmentan] No 104 Tahun 2020, yang di dalamnya menetapkan ganja sebagai tanaman obat. Demikian dijelaskan Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian Tommy Nugraha.

Informasi diterima Intipnews.com, Selasa 1 September 2020, menurutnya, Kepmentan 104/2020 akan dikaji kembali dan segera dilakukan revisi bersama pihak terkait, seperti Badan Narkotika Nasional [BNN], Kementerian Kesehatan, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia [LIPI].

“Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo konsisten dan berkomitmen mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Kepmentan 104/2020 tersebut sementara akan dicabut untuk dikaji kembali dan segera dilakukan revisi berkoordinasi dengan stakeholder terkait [BNN, Kemenkes, dan LIPI],” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Kepmentan Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian, yang ditandatangani Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada 3 Februari 2020 menyebutkan ganja masuk dalam daftar komoditas tanaman obat, di bawah binaan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan.

Namun demikian, hingga kini, ganja masih termasuk dalam jenis narkotika golongan 1 menurut Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Selain ganja, jenis narkotika golongan 1 yang lain adalah sabu, kokain, opium, heroin. Izin penggunaan terhadap narkotika golongan 1 hanya dibolehkan dalam hal-hal tertentu.

“Belum ada ketentuan [hukum] di Indonesia yang melegalkan ganja atau tanaman ganja sebagai obat,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Siregar, baru-baru ini.

Krisno mengatakan Polri taat pada aturan hukum yang berlaku soal ganja, sebagaimana diatur dalam undang-undang. Dia juga berpendapat keputusan menteri itu bertentangan dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. *Tsc

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini