Wacana Bobby Tawarkan Aset Pemko ke Kadin, DPRD Bahrumsyah: Tidak Boleh…

17
Wacana Bobby Tawarkan Aset Pemko
Wacana Bobby tawarkan aset Pemko ke Kadin, DPRD Bahrumsyah sebut tidak boleh…

MedanIntipnews.com:Wacana Bobby tawarkan aset Pemko Medan ke Kadin, DPRD Bahrumsyah sebut tidak boleh. Hal itu ditegaskan Wakil Ketua DPRD Medan HT Bahrumsyah, kepada wartawan Kamis [1/7/2021]. Aset yang ada di kota Medan harus tetap dikelola oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset [BPKAD].

“Tidak boleh orang lain yang mengkelola aset Pemko Medan. Kalau pun ada aset akan digunakan oleh orang lain, itu harus memakai kontrak, BOT atau sewa,” tukas Bahrumsyah. Jadi, lanjutnya, kita tetap punya pedoman di situ [kontrak]. Hal ini diungkap Bahrum menanggapi wacana Walikota Medan Bobby Nasution yang menawarkan kolaborasi dengan Kadin dalam pengkelolaan aset yang dimiliki Pemko Medan.

Wacana Bobby tawarkan aset Pemko ke Kadin, menurut Bahrumsyah yang juga Ketua DPC PAN Kota Medan ini, pengkelolaan aset itu punya Perda tentang pemakaian barang milik daerah. Perdanya itu ada, terkait pemakaian kekayaan milik daerah. “Kita punya ruko 1.900 lebih, yang hari ini 950 ruko itu belum diperpanjang, belum jelas statusnya,” ujarnya.

Selain itu disebutnya, aset kita juga banyak yang hilang belum terdokumentasi dengan baik, belum tersertifikasi. “Saya pikir ini penting, pengelolaan aset tetap di kelola dengan baik. Mengerjasamakan tentunya ada aturannya. Kan ada Perdanya,” Bahrum mengingatkan.

Bertemu Menteri Ceko

Menurutnya, belum sampai ke dewan [DPRD Medan] kalau ada pernyataan walikota tentang Kadin itu terkait aset. Dijelaskannya pula, saat ini, ada 2 aset Pemko Medan yang sudah selesai masa BOT-nya. Contoh Medan Mall dan Hotel Soechi. Ini harus dijelaskan milik siapa.

Ketika ini mau dikerjasamakan dengan pihak ketiga siapa yang melakukan kerjasama ini. Ini berpotensi masalah hukum. Uangnya masuk ke mana. “Hal seperti ini harus diselesaikan dulu secara hukum, baru ditawarkan kepada pihak ketiga,” sarannya.

Soal Pasar Marelan dan Pasar Lau Cih, inikan milik Pemko belum diserahkan ke PD. Pemko menyewakan ke PD Pasar. “Ini tidak efektif, kenapa? PD tidak punya tanggungjawab murni untuk mengkelola pasar itu, dia hanya sewa. Perawatan-perawatan itu PD Pasar tidak peduli, akhirnya pasarnya hancur. Lihat Pasar Marelan sekarang,” ungkap Bahrumsyah.

Itp-04