Walikota Eldin Didakwa Terima Suap Rp2,1 M dari OPD dan Pejabat Eselon 2

0
198
Terdakwa terima suap Rp2,1 M, Dzulmi Eldin

Berikut nama-nama OPD dan pejabat eselon 2 yang disebut JPU menyuap Walikota Eldin yang akhirnya tertangkap operasi tangkap tangan [OTT] KPK…

Medan-Intipnews.com:Walikota Medan non-aktif, Tengku Dzulmi Eldin [59], mulai diadili di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri [PN] Medan, Kamis 5 Maret 2020. Eldin didakwa menerima suap dari anak buahnya senilai Rp2,1 miliar, yang dikumpulkan secara gotongroyong.

Dakwaan dibacakan tim Jaksa Penuntut Umum [JPU] dari Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] di hadapan majelis hakim yang diketuai Abdul Azis. Disebutkan, Walikota Medan non-aktif, Tengku Dzulmi Eldin telah melakukan perbuatan menerima hadiah atau janji yaitu uang secara bertahap berjumlah Rp2.155.000.000,00 [dua miliar seratus lima puluh lima juta rupiah].

“Uang itu diterima dari beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah [OPD]/ pejabat Eselon 2 Pemko Medan,” kata JPU Iskandar Marwanto. Perbuatan Dzulmi Eldin itu diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Dalam dakwaannya, JPU menyatakan, Dzulmi Eldin menerima uang antara lain dari Isya Ansyari [Kepala Dinas PU], Benny Iskandar [Kadis Perkim], Suherman [Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah], Iswar S [Kadis Perhubungan], Abdul Johan [Sekretaris Dinas Pendidikan].

Berikut dari Edwin Effendi [Kadis Kesehatan], Emilia Lubis [Kadis Ketahanan Pangan], Edliaty [Kadis Koperasi dan UKM], Muhammad Husni [Kadis Kebersihan dan Pertamanan], Agus Suryono [Kadis Pariwisata], Qomarul Fattah [Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu].