Walikota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua. Foto Istimewa

Gunungsitoli-Intipnews.com:Walikota Gunungsitoli, Sumatera Utara Ir Lakhomizaro Zebua menganggap pembangunan Stasiun Pengisian dan Pengantaran Bahan Bakar Elpiji [SPPB] di wilayah Kota Gunungsitoli sangat membantu masyarakat.

“Pembangunan SPPBE di Kota Gunungsitoli oleh Pt Elnusa Petrovin sangat membantu masyarakat,” ucapnya pada peresmian SPPBE di komplek Depot Pertamina Gunungsitoli, Rabu [9/9].

Pembangunan SPPBE menurut dia sudah lama didamba-dambakan, karena awal-awal program pemerintah konfersi minyak tanah ke gas diberlakukan, banyak masyarakat sangat kesulitan mendapatkan Liquifaid Petrocleum Gas [LPG].

Kesulitan tersebut mulai dapat teratasi bulan selanjutnya, tetapi untuk mendapatkannya LPG masyarakat harus membeli dengan harga Rp 28 ribu sampai Rp 29 ribu pertabung, padahal di Sibolga harga Lpg hanya Rp 18 ribu.

Pengguntingan pita saat peresmian SPPBE Gunungsitoli

“Karena SPPBE sebelumnya berada di luar Pulau Nias, harga LPG di Pulau Nias lebih mahal karena masyarakat dikenakan biaya angkut dari Sibolga ke Pulau Nias Rp 8 ribu sampai Rp 11 ribu,” jelasnya.

Dengan penuh kesabaran dia menyurati pusat dan pernah membahas dengan DPRD bagaimana meringankan beban masyarakat soal LPG. “Perjuangan yang saya lakukan kurang lebih satu tahun akhirnya terjawab hari ini dengan dibangun dan dioperasikannya SPPBE di Kota Gunungsitoli,” ujarnya.

Selaku Kepala Daerah mewakili masyarakat se Kepulauan Nias, ungkapnya dia mengucapkan terima kasih atas pembangunan SPPBE yang  sangat membantu masyarakat. Apalagi dalam menghadapi pandemi Corona Virus Desiase [Covid19].

Walikota Gunungsitoli juga berjanji  tidak akan mempersulit izin apabila ada pembangunan SPPBE mini. Sebagaimana diketahui, dengan operasinya SPPBE di Kota Gunungsitoli sejak 1 September 2020, harga LPG di Kota Gunungsitoli turun, dari Rp 28 ribu memjadi Rp 19 ribu.

  • Laporan Irwanto Hulu

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini