Walikota Umar Resmikan Rumah Adat Melayu: Tidak Lupakan Budaya

0
13
Walikota Umar Resmikan Rumah Adat Melayu: Tidak Lupakan Budaya
Walikota Umar resmikan rumah Adat Melayu subut tidak lupakan budaya

TebingtinggiIntipnews:Walikota Umar resmikan rumah Adat Melayu agar tidak lupakan budaya. Pemko Tebingtinggi, Sumatera Utara menginginkan masyarakat Tebingtinggi agar tidak melupakan budaya yang pernah ada di Kota Tebingtinggi.

Hal tersebut disampaikan Walikota Tebingtinggi H Zunaidi Hasibuan, pada peresmian rumah adat Melayu, sekaligus pembukaan pelatihan menenun kain songket di rumah Adat Melayu, Jalan Badak, Kelurahan Bandar Utama, Rabu [14/7/21].

Rumah adat Melayu dan kerajinan tenun songket adalah bagian budaya yang sejak dulu sudah ada di Kota Tebingtinggi. Hanya saja dikarenakan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi yang cukup cepat membuat budaya tersebut terlupakan oleh masyarakat Kota Tebingtinggi.

Walikota Umar resmikan rumah Adat Melayu agar tidak lupakan budaya. “Kami teringat kalau yang kita kerjakan sekarang ini, meneruskan pekerjaan yang sudah ada, yang sempat hilang, yang harus kita bangkitkan untuk Kota Tebingtinggi. Sejalan ini kami nyatakan, kita ingin agar budaya tak kita tinggalkan,” jelas walikota.

Ditambahkan walikota, agar rumah adat Melayu dan kerajinan tenun songket dapat menjadi ikon baru Kota Tebingtinggi, yakni dapat menarik wisatawan. “Kita tampilkan kebersihan, senyuman dan kekhasan kita,
jadikan ini sebagai ikon Kota Tebingtinggi,” ucap walikota.

Sementara Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Idham Khalid, menjelaskan acara tersebut merupakan rangkaian hari jadi Kota Tebingtinggi ke 104 tahun menjelaskan kembali identitas Kota Tebingtinggi.

“Acara ini terkait hari jadi Kota Tebingtinggi ke 104 yang berhubungan dengan kebudayaan, menjelaskan kembali identitas Kota Tebingtinggi, dan Kerajaan Negeri Padang ada di sini,” ujar Ketua Panitia Idham Khalid.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Hasyimiah, H Habibi Mardika Putra, juga cucu pemilik rumah adat Melayu/Ahli Waris menyampaikan produk kain tenun yang dihasilkan memiliki corak Melayu Tebingtinggi. Sehingga ada perbedaan dengan songket lain.

Pada kegiatan tersebut, Pemko Tebingtinggi memberikan bentuk dukungan melalui kebudayaan, berupa hibah alat tenun 2 buah dan pelatihan untuk 10 orang masyarakat selama 20 hari sampai bisa dan terampil untuk membuat tenun kain songket. Selanjutnya penandatanganan prasasti.

Itp-04