Warga Menang Gugat Walikota Medan, Jaya Arjuna: Tapi Kontroversial

208
Pengusaha Merdeka
Pengusaha Merdeka Walk ke Jl Hindu, Jaya Arjuna sebut Warenhuis bukan milik pemko

MedanIntipnews.com:Warga Medan menang gugat Walikota Medan, terkait Lapangan Merdeka. Menurut pengamat lingkungan dan perkotaan Jaya Arjuna, kemenangan gugatan terhadap Walikota Medan soal Lapangan Merdeka itu sebagai cagar budaya, menimbulkan perdebatan, mengungkap kontroversial.

Informasi dihimpun Intipnews.com hingga Senin 19 Juli 2021, Pengadilan Negeri [PN] Medan telah mengabulkan gugatan warga soal status Lapangan Merdeka Medan yang selama ini dikelilingi bangunan usaha bisnis. Majelis hakim PN Medan memerintahkan Walikota Medan Bobby Nasution menjadikan Lapangan Merdeka Medan sebagai cagar budaya. Tok! Palu diketuk, di-publish Rabu [14/7/21].

“Oke, apakah keputusan PN Medan itu sudah inkracht van gewijsde. Kalau ini sudah, ya segera dilakukan eksekusi,” tegas Jaya Arjuna kepada Intipnews.com Minggu [18/7/21]. Lalu lanjutnya, tutup Lapangan Merdeka yang bersejarah itu, dan seluruh bangunan yang ada di sekeliling Lapangan Merdeka dibongkar.

Warga Medan menang gugat Walikota Medan. Antaralain, ada bangunan-bangunan pengusuha bisnis Merdeka Walk, ada toko dan kios-kios buku dan ada juga parkiran dan kantor polisi. Apakah para pengusaha di Merdeka Walk tidak complain, karena menurut informasinya mereka sudah menandatangani kontrak sampai tahun 2023, tanya wartawan.

alah satu Anggota Majelis Hakim, gugatan warga agar Lapangan Merdeka, Medan, ditetapkan sebagai cagar budaya, Diana Panjaitan [pakai batik oranye] saat sidang lapangan. Foto Istimewa


“Surat perjanjian kontrak dengan pengusaha di Lapangan Merdeka tak pernah ada. Mana itu surat perjanjiannya. Kalau ada, dalam surat perjanjian itu harus terekam berapa lama kontraknya, berapa bayarnya. Berapa yang sudah dibayar selama ini, ke mana uang itu sebenarnya,” ungkap Jaya mempertanyakan itu.


Kemudian berapa pula dibayar pajaknya setiap tahun. Dibayar atau tidak. “Yang kutahu pajaknya rendah sekali, cuma dibayar PPn-nya saja. Tapi tak tahu angka pastinya. Kemudian pajak makanan kan harus dibayar juga. Benarkah dibayar itu semua. Soal bisnis di Lapangan Merdeka itu kontroversial,” ujar Jaya Arjuna.

Ditambahkannya, “Pernah sekali kuingat dibayar sewanya Rp5 Miliar. Tapi menurut omset penjualannya, tak mungkin segitu.” Nah, kalau Walikota Bobby tak banding. Setelah rakyat menang murni, dan kalau sampai inkracht, pengusaha menuntut kalau harus dikeluarkan dari lapangan Merdeka itu.

“Apa yang mau dituntutnya?. Kontraknya mana?. Kontraknya orang tak pernah tau. Tunjukkanlah kalau kontaknya ada, yang tercatat di situ bisa dibahas. Ada informasi usaha bisnis Merdeka Walk akan dinpidah ke gedung cagar budaya Warenhuis Kesawan. “Ha, problem baru lagi…,” ujar Jaya Arjuna [Bersambung]

  • * Itp-17