Warga Sidimpuan Bakar Ban di Makam Pasien Covid 19 dan Blokir Jalan, Akhirnya…

16
Saat warga memblokir Jalinsum. Foto Istimewa

SidimpuanIntipnews.com:Bermula dari keberatan warga atas jenazah pasien Covid 19 yang dimakamkan di pemakaman umum Lingkungan 1 Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padangsidempuan. Sebab warga takut tertular virus corona.

Berikut menyusul muncul video penolakan warga yang sempat viral di media sosial. Sebagaimana di-publish media massa warga membakar ban di depan makan pasien Covid 19 tersebut.

Informasi dihimpun Intipnews.com, Hadiansyah Panjaitan, penolakan berlanjut, massa memblokade jalan lintas Sumatera [Jalinsum] di Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Senin 24 Mei 2021 dini hari.

Hal itu merupakan bentuk protes warga setempat yang tak terima wilayahnya dijadikan lokasi tempat pemakaman umum [TPU] pasien Covid 19. Segera personel Polri dibantu TNI dan Brimob hingga pukul 02.00 WIB melakukan penertiban berusaha membubarkan aksi warga tersebut.

Kapolres Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini ikut turun tangan membubarkan warga yang memblokade jalan. Aksi penutupan jalan tersebut sempat berlangsung sekitar satu jam dan sempat mengakibatkan arus lalu lintas terganggu.

Petugas kepolisian menjelaskan, apakah pemakaman tersebut dapat menularkan atau tidak. Namun warga tetap berharap jenazah pasien Covid 19 itu dipindahkan.

Hingga sekitar pukul 03.30 WIB akhirnya warga membubarkan diri. Kapolres Sidimpuan Juliani mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait aksi pembakaran ban di makam pasien Covid 19. “Apakah makam itu dipindahkan atau tidak, menjadi kewenangan BPBD,” ucap Kapolres wanita ini.

Sebelumnya diketahui, aksi bakar ban di depan makam pasien Covid 19 di pemakaman umum Lingkungan 1 Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padangsidempuan, setelah warga menyampaikan ke pihak kecamatan, Sabtu [22/5].

Selanjutnya menurut Kapolres Juli, dilakukan komunikasi di kantor camat. Tokoh yang diundang dari pihak kecamatan, Polres, BPBD dan tokoh agama. Pukul 23.00 WIB saat proses berembuk, dia mendapat laporan adanya pembakaran ban di depan makam itu. Dia lalu menuju lokasi bersama anggotanya.

“Begitu datang dan langsung saya perintahkan untuk dimatikan, terus dimatikan,” ujar Juli. Kemudian setelah api dipadamkan, kata Juli, dilakukan komunikasi dengan masyarakat yang diinisiasi polisi. Hadir di sana tokoh masyarakat, hingga Satgas Covid 19, yang diwakili BPBD Sidempuan.