Warga Tanyakan BLT, 5 KK Diduga Diusir Oknum Kades Sidimpuan

31
Warga Tanyakan BLT
Warga tanyakan BLT, 5 KK diduga diusir oknum Kades Sidimpuan. Foto Istimewa

SidimpuanIntipnews.com:Warga tanyakan BLT, 5 KK diduga diusir oknum Kades di Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Sebagaimana di-publish media massa, pengusiran paksa dialami 5 kepala keluarga [KK] Desa Labuhan Labo, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara.

Informasi dihimpun Intipnews.com, Senin 28 Juni 2021, ke 5 KK mengaku diduga diusir oknum kepala desa [Kades] setempat dan para perangkat desa. Dilansir Inews.id, bermula saat rumah para warga ini tiba-tiba didatangi oknum Kades dan para perangkatnya Sabtu [18/6/21] pukul 00.30 WIB.

Warga tanyakan BLT, mereka kemudian dipaksa keluar dari rumah untuk ke balai desa. ”Saya diusir dan ditarik dari dalam rumah sendiri,” ujar Nengsi Hariani, seorang warga yang diduga diusir dari kampung tersebut, Jumat [25/6/21]. Perempuan tiga anak ini bercerita, bersama suaminya ditarik paksa dan digiring ke balai desa. ”Saya dan keluarga sedang tidur, tiba-tiba dibangunkan paksa oknum kepala desa. Saya ditarik paksa seorang laki-laki yang juga perangkat desa,” ucapnya.

Dia berharap kepada para penegak hukum agar berlaku adil kepada masyarakat. Sebab saat ini, dia bersama keluarganya tidak bisa pulang ke rumah lantaran keamanan tidak dijamin. Pernyataan yang sama juga disampaikan Rudi Iswanto, warga setempat.

Saat itu rumahnya didatangi oknum Kades, Sekdes, Linmas desa yang menyuruhnya beserta istri dan anak kumpul di Balai Desa. ”Waktu itu saya menolak untuk dibawa ke balai desa. Tapi, tiba-tiba seorang anggota Linmas memaksa sembari memegang kerah baju saya,” katanya.

Tak hanya itu, di balai desa mereka juga dilempari dengan botol air mineral oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Namun ketika itu polisi langsung datang dan membawa mereka ke Polsek Batunadua. Sudarmin, seorang warga yang diduga diusir, mengaku dia dipaksa ke balai desa dengan cara menarik tangannya. ”Di balai desa, saya diludahi seorang warga yang masih kerabat dengan Sekdes,” ucapnya.

Pengakuan warga, mereka diusir karena mempertanyakan bantuan langsung tunai [BLT] tahun 2020. Sebab, tiga bulan BLT tidak dibagikan perangkat desa. “Kami hanya mempertanyakan hak, tapi mereka langsung mengusir dari kampung,” ujar mereka.