Hasan Hia ketika ditangani tim medis. Foto Istimewa

“Kita telah menerima laporan Kades Fadoro terkait kasus penganiayaan terhadap dirinya. Juga menerima dari Hasan Hia melaporkan Kades Fadoro dengan kasus yang sama. Soal siapa nanti yang menjadi tersangka, itu tergantung penyelidikan,…”

Nias Barat-Intipnews.com:Salah seorang wartawan media lokal Hasan Hia dan Kepala Desa Fadoro, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias, Sumatera Utara Markus Hia sebagai korban penganiayaan pada kejadian tanggal 25 Juli 2020.

Keduanya saling melapor dan kini laporan keduanya sedang dalam penanganan Polisi Sektor Sirombu. Hasan Hia wartawan media lokal yang bertugas di Nias Barat, Kamis [20/8], mengaku jika kedatangan Kepala Desa mereka ke lokasi pembangunan tempat usaha miliknya bukan untuk memediasi, tetapi melakukan keberatan.

Menurut Hasan Hia, untuk menutupi kesalahannya, Kades Fadoro membawa sejumlah saksi palsu untuk memberikan keterangan ke Polisi, padahal saksi yang dibawa tersebut tidak berada di lokasi saat kejadian.

Sehingga dia berharap penyidik Polsek Sirombu lebih teliti dalam mengambil keterangan saksi yang dihadirkan kepala desa mereka.

“Apa yang disampaikan Kepala Desa dan saksi yang dihadirkan kepada penyidik mengarah kepada fitnah, dimana seakan-akan kepala desa adalah korban pengeroyokan,” ujarnya tertulis kepada Intipnews.com.

Menurut Hasan, kejadian sesungguhnya Kepala Desa bersama adik, abang dan iparnya adalah pelaku yang mengeroyok dia hingga babak belur dan mengalami luka luka. “Saya mau penyidik melakukan konfrontir dengan menghadirkan semua pihak dalam kasus ini supaya terungkap fakta yang sesungguhnya,” ucap Hasan.

Pada berita sebelumnya, Kepala Desa Fadoro, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat Markus Hia mengaku dikeroyok warga karena melarang warga untuk membangun rumah di atas tanah yang sedang bersengketa.

“Sebelum dikeroyok, saya menerima laporan warga Fareso Hia alias Ama Butet jika di tanah mereka sedang dibangun rumah oleh Hasan Hia,” ungkap Markus. Kemudian dia mendatangi lokasi tanah yang sedang dibangun, dan masuk ke dalam rumah milik Fatiaro Hia alias ama Fabo Hia atau abang dari Hasan Hia yang berada tepat di samping tanah sengketa tersebut.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini