Wartawati Asnitha Diduga Dianiaya Pemilik Proyek di Samosir

0
86
Hunterhard Sinaga wartawati media online, mengaku mendapat penganiayaan

“Profesi wartawan dalam melakukan sosial kontrol, dilindungi oleh Undang-Undang Pers No.40 tahun 1999. Kami berharap Polres Samosir segera memproses kasus ini seadil-adilnya, sesuai hukum yang berlaku,…”

Samosir-Intipnews.com:Asnitha Hunterhard Sinaga [32] penduduk Desa Sialanguan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, sehari-harinya menjalankan tugas sebagai wartawati di media online Sudutberita.com, baru-baru ini mendapat penganiayaan oleh seorang inisial Pa.

Informasi yang dihimpun Intipnews.com hingga senin 17 Februari 2020, penganiayaan ini terjadi saat Asnitha bertemu dengan Pa di halaman Cafe Permata, Selasa [11/2/2020] sekira Pukul 23.37 WIB di Desa Lumban Pinggol Pangururan.

Tindak kekerasan yang dialami Asnitha tersebut diduga kuat terkait pemberitaan proyek pengaspalan yang dikerjakan oleh pelaku warga Desa Parsaoran 1, Kecamatan Pangururan.

Menurut pengakuan Asnitha, kejadian bermula saat dirinya bersama awak media lainnya melakukan liputan pengerjaan pengaspalan di Ronggurni Huta yang dikerjakan pada TA 2019.

Pemberitaan terkait proyek pengaspalan jalan di media online Sudutberita.com tersebut diduga mengusik Pa diduga sebagai pemilik proyek. Pelaku kemudian mencari wartawan yang menulis berita tersebut.

Menurut Asnitha, saat bertemu dirinya di halaman Cafe Permata di Desa Lumban Pinggol itulah Pa menampar wajahnya.

“Awalnya Pa menanyakan nama saya dengan bahasa Batak [hodo boru Sinaga namambaritahon karejokki?]. Setelah saya jawab ya, dengan cepat dia menampar wajah saya,” ujar Asnitha.

Sambung korban, belum  puas menampar, Pa kembali melayangkan pukulan ke arah bagian dadanya. “Setelah ditamparnya, kemudian Pa memukul bagian dada [payudara] sebelah kanan saya hingga bengkak,” ungkap Asnitha dengan nada sedih dan kesakitan.

Penganiayaan yang dialami Asnitha ternyata tidak cukup sampai di situ, Pa kembali menendang kaki Asnitha hingga memar. “Dia kembali menendang kaki saya hingga memar dan sakit kurasa,” beber Asnitha.

Selain mendapat kekerasan fisik, korban juga mendapat ancaman dari pelaku. “Siapapun media/wartawan yang berani memberitakan proyeknya akan dihabisi,” ungkap Asnitha yang menjabat sebagai Kepala Biro Sudutberita.com, Kabupaten Samosir tersebut.

Atas tindak penganiayaan yang dialaminya itu, Asnitha telah melaporkan kasus ini ke Polres Samosir berdasarkan Laporan korban dengan nomor LP/B-19/II/2020/SMSR/SPKT.

Terpisah, Pimpinan Sudutberita.com, Edik Satria mengatakan, pihaknya akan memberikan dukungan serta akan mengawal kasus tindak kekerasan dan penganiayaan Asnitha tersebut.

“Kami dari manajemen Sudutberita.com akan mengawal proses hukumnya. Kami juga akan mempersiapkan pendampingan untuk wartawan kami, Asnitha,” tegas Edik Satria.

Profesi wartawan, jelas Edik, dalam melakukan sosial kontrol, dilindungi oleh Undang-Undang Pers No.40 tahun 1999, dan begitu juga dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik. “Kami berharap Polres Samosir segera memproses kasus ini dengan seadil-adilnya, sesuai hukum yang berlaku,” tukas Edik Satria.

* Laporan Sofar Panjaitan