Wih! Konflik Israel-Palestina, Konflik di Indonesia?

0
42
Suasana memanas di Palestina. Foto Istimewa

Intipnews.com:KONFLIK Palestina dan Israel yang menimbulkan korban berjatuhan, sejak bulan suci Ramadan, seperti memunculkan pro-kontra di Indonesia. Setelah Hendropriyono mengungkap pernyataannya terkait perang Israel dan Palastina yang sedang berlangsung.

Di tengah mata dunia, termasuk Indonesia menyoroti tindakan Israel terhadap Palestina yang disebut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden [KSP] Ali Muchtar Ngabalin sebagai tindakaan biadab. Tiba-tiba pernyataan eks Kepala BIN Hendropriyono mengatakan masalah Palestina bukan urusan Indonesia.

Informasi dihimpun Intipnews.com, Kamis 20 Mei 2021, Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara [STIN] Jenderal [Purn] AM Hendropriyono itu menyebutkan Palestina dan Israel bukan urusan Indonesia. Melainkan urusan mereka, bangsa Arab dan Yahudi.

“Urusan Indonesia adalah nasib kita dan hari depan anak cucu kita,” kata Hendro. Hal tersebut disampaikan AM Hendropriyono terkait dengan maraknya pro-kontra dukung-mendukung perang Israel-Palestina.

Sebagaimana di-publish media massa, ia menyampaikan keprihatinannya kepada teman-temannya sesama anggota Kerukunan Keluarga [KEKAL] Akmil 1967, Selasa [18/5/21].

Pernyataan Hedropriyono ternyata sampai ke telinga Brigade al-Qassam. Melalui akun twitternya. Brigade al-Qassam mengutip pernyataan mantan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto yang menyebut masalah Palestina adalah urusan Indonesia.

“Bung Karno dan Bung Harto begitu jelas, tegas dan begitu sering menyebut kemerdekaan Palestina adalah urusan kita,” begitu bunyi terjemahan tweet Brigade al-Qassam di akun Twiiternya dilansir Sindonews, Rabu [19/5].

Brigade al-Qassam juga mengutip bunyi alinea pertama dari Undang-undang Dasar 1945. Meski begitu, akun Twitter Brigade al-Qassem ini tidak dapat diketahui apakah benar milik kelompok tersebut atau bukan karena tidak ada tanda centang biru sebagai bukti jika akun tersebut telah terverifikasi.

Sementara Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi tegas mengecam serangan bom dan roket Israel terhadap Palestina, karena tak sedikit perempuan dan anak-anak yang menjadi korban akibat agresi tersebut.

Untuk itu Jokowi meminta agresi Israel dihentikan. Hal ini diungkap Jokowi lewat akun Twitter resminya @jokowi, juga disampaikan langsung.

“Indonesia mengutuk serangan Israel yang telah menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak. Agresi Israel harus dihentikan,” ucap Jokowi, Sabtu [15/5/21].

Presiden RI Joko Widodo & Hidayat Nur Wahid. Foto Istimewa

Kondisi Palestina dalam beberapa hari terakhir yang makin mencekam dan menyedihkan, memang kian menjadi perhatian Jokowi. Dia pun kerap berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin dunia untuk membahas kondisi warga Palestina di Jalur Gaza.

Bersama dua pemimpin negara ASEAN lainnya, yaitu Sultan Hassanal Bokiah dari Brunei, dan Perdana Menteri Muhyidin Yassin, Jokowi bahkan sepakat mengeluarkan joint statement terkait kondisi Palestina saat ini.

“Indonesia, Malaysia dan Brunei, telah sepakat untuk mengeluarkan joint statement mengenai sikap ketiga negara tersebut terhadap situasi palestina saat ini,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual. Presiden Jokowi meminta agar agresi yang dilakukan Israel agar secepatnya dihentikan.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia [MPR RI] M Hidayat Nur Wahid, mengapresiasi banyaknya warga, tokoh masyarakat dan pemuka dari beragam agama [termasuk Rabi Yahudi serta Pastor Kristiani] yang mengecam dan menolak kejahatan Israel terhadap warga Palestina.

Hidayat mencatat, selain massa dan tokoh-tokoh masyarakat atau pemuka agama Islam, banyak juga massa dan pemuka agama Yahudi maupun Katolik yang ikut demonstrasi, menyampaikan kecaman terhadap tindakan brutal Israel terhadap Palestina.

“Jadi, tidak perlu hanya menjadi muslim, atau berideologi khilafah untuk menolak kejahatan penjajahan Israel di Palestina, meski mayoritas warga di Palestina beragama Islam dan tidak berideologi khilafah,” kata Hidayat.

Tetapi, jelasnya, cukup menjadi manusia sehat untuk melihat ketidakadilan brutal dan pelanggaran berulang terhadap kemanusiaannya warga Palestina. Hidayat Nur Wahid mengaku heran ketika di Indonesia ada sebagian orang yang mengalihkan isu dan membelokan ketidakadilan ini dengan issu ideologi khilafah.

Kemudian menyalahkan Hamas yang membela bangsa Palestina, lalu bersimpati serta mendukung Israel. Menurut Hidayat sikap pengalihan isu tersebut ang diperlukan oleh Israel dan pendukungnya, untuk menutupi kejahatan kemanusiaan Israel, yang sudah mereka lakukan sejak sebelum tahun 1948-an, ketika mereka memproklamasikan negara yahudi di atas tanah milik warga Palestina.

  • Itp-17