WNI Bersama ISIS, Pergi dan Tak Kembali…

90
Ilustrasi. Istimewa

CATATAN AS ATMADI SP

Tetapi, Pemerintah tak punya alasan secara hukum untuk tak memulangkan para WNI yang disebut terpapar paham radikal. Para WNI itu tidak kehilangan kewarganegaraan, karena ISIS bukan negara…

Intipnews.com:DALAM pikiran radikalisme setiap saat yang tergerak mengganti asas negara. Targetnya, selalu  penegakkan sistem khilafah dengan beragam argumen. Demokrasi sebagai sistem bernegara dan berbangsa dianggap ‘haram’ dan dituding sebagai biang kerok kegagalan membangun bangsa, enzovoort,…enzovoort…

Radikalisme pun di negeri ini dianggap katalisator ancaman nyata bagi keamanan dan keutuhan bernegara. Dengan mata kepala masyarakat Indonesia melihat bagaimana bahayanya radikalisme menjelma menjadi teroris, yang berupaya meluluhlantakkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dalam waktu teramat singkat.

Banyak orang tahu, paham radikalisme berevolusi menjadi suatu gerakan terorisme seperti ISIS misalnya. Islamic State of Iraq and Suriah [ISIS] adalah organisasi gerilyawan Islam Irak dan Suriah, organisasi ini terbentuk akibat dari invasi Amerika dan terbunuhnya Sang Lion of the Desert Saddam Hussein, yang membuat pasukan elitnya luntang lantungdan lahirlah ISIS.

Tidak sedikit rakyat Indonesia berpendapat, paham radikalisme jika ‘diberi angin’, dapat memprovokasi pecahnya NKRI serta merusak kedaulatan bangsa. Sebab paham radikalisme dipengaruhi ISIS sangatlah bertentangan dengan ideologi Pancasila dan UUD 45.

Mampu mendatangkan masalah yang berbuntut panjang dan menimbulkan banyak korban. Untuk apa mereka kembali. Bukankah WNI itu sudah bersikap, sekali pergi dan bergabung dengan ISIS, tak kan kembali lagi. Ratusan WNI kemudian, memilih hidup membawa istri dan beranak, hidup bersama ISIS di Suriah.

ISIS kala itu dianggap eksis menciptakan pertempuran demi pertempuran dengan kejam, sadis dan mengerikan. Bahkan propagandanya di media internasional melibatkan anak-anak di bawah umur menenteng senjata otomatis, untuk membunuh dan mengeksekusi siapa saja yang diingini.