Suasana Workshop SMSI di di Gedung Bina Graha

Media digital diharap  lebih memperbaiki diri. “Kita sudah mulai memberlakukan peraturan sesuai imbauan Dewan Pers, Pemprovsu hanya mengakui dan melayani media yang sudah terverifikasi Dewan Pers,…”

Medan-Intipnews.com:Media digital [siber] ke depan, haruslah memiliki kualitas. “Jangan membuat berita yang biasa-biasa saja. Setiap media mestilah mencari kekuatannya sendiri, kekuatan yang mampu membuat visitor mau membayar,” kata Ahmad Djauhar.

Hal itu mencuat dari pembicara Dewan Pers, yakni Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers, Ahmad Djauhar, pada worksop yang digagas Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] Sumatera Utara [Sumut], di Gedung Bina Graha Jalan Diponegoro Medan, Rabu 16 September 2020.

Ketua SMSI Sumut, Zulfikr Tanjung

Ahmad Djauhar memaparkan keberadaan media online [siber] dengan judul “Menuju Media Digital Beretika”, mengungkap, masa depan media akan penuh dengan disrupsi [kompetitor baru].

“Media cetak salah satu industri yang mengalami disrupsi inovasi paling keras. Sama halnya seperti ojek pangkalan yang tergusur ojek online,” tuturnya.

SMSI Sumut melaksanakan Workshop Jurnalisme Digital bertema ‘Masa Depan Media Digital, Kode Etik dan Pedoman Media Siber’, diikuti oleh pemilik media siber yang tergabung di SMSI. Ketua SMSI Sumut, Zulfikar Tanjung menyampaikan, terselenggaranya workshop jurnalistik digital ini berkat kerja keras panitia dan dukungan berbagai pihak.

Ketua Panitia Workshop yang juga Sekretaris SMSI Sumut, Erris Julietta Napitupulu, menyebutkan workshop ini pertama kali. “Tema kita ambil ini memang terkait apa yang dialami oleh pemilik media online, banyak terjerat UU ITE,” kata Erris.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini